Edukasi dan Skrining Kadar SGOT dan SGPT sebagai Deteksi Dini Gangguan Fungsi Hati di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Education and Screening of SGOT and SGPT for Early Detection of Liver Function Disorder in Kelurahan Kota Bambu, Jakarta
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pendahuluan: Gangguan fungsi hati merupakan masalah kesehatan yang sering tidak disadari sejak awal karena gejalanya muncul secara perlahan. Pemeriksaan enzim hati, terutama Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT), menjadi metode sederhana yang dapat memberikan gambaran awal kondisi hati. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan hati melalui edukasi dan pemeriksaan kadar SGOT serta SGPT.
Metode: Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat, pada Juni 2025 dengan melibatkan 168 peserta yang mengikuti penyuluhan interaktif dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan dilakukan melalui pengambilan darah vena kemudian dianalisis di laboratorium untuk menilai kadar SGOT dan SGPT.
Hasil: Hasil menunjukkan rata-rata kadar SGOT sebesar 21,50 U/L dan SGPT 22,75 U/L, dengan distribusi nilai terkonsentrasi pada rentang 15–25 U/L. Mayoritas peserta memiliki hasil dalam batas normal, meskipun terdapat variasi individu dengan nilai mendekati batas atas yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Kesimpulan: Temuan ini menegaskan bahwa pemeriksaan enzim hati sederhana efektif digunakan untuk deteksi dini gangguan hati di masyarakat. Dengan integrasi edukasi mengenai pola hidup sehat, langkah promotif dan preventif dapat dijalankan untuk menekan risiko penyakit hati kronis dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.