Skrining Obesitas Sentral sebagai Indikator Awal Risiko Sindrom Metabolik pada Komunitas Dewasa Gereja Baptis Cengkareng Central Obesity Screening as an Early Indicator of Metabolic Syndrome Risk in an Adult Community of the Cengkareng Baptist Church

Isi Artikel Utama

Erick Sidarta
Alexander Halim Santoso

Abstrak

Pendahuluan: Obesitas sentral merupakan indikator penting dalam menilai risiko gangguan metabolik, khususnya Sindrom Metabolik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menggambarkan karakteristik responden serta distribusi ukuran lingkar tubuh sebagai pendekatan skrining berbasis komunitas. Metode: Pendekatan Plan, Do, Check, Act (PDCA) melalui pengukuran antropometri meliputi lingkar perut, panggul, lengan atas, leher, dan betis, disertai pengumpulan data demografis. Hasil: Responden didominasi usia dewasa dengan proporsi perempuan lebih tinggi. Sebagian besar individu berada dalam kategori obesitas sentral berdasarkan lingkar perut. Perbedaan distribusi lemak berdasarkan jenis kelamin terlihat jelas, di mana laki-laki cenderung memiliki akumulasi lemak sentral lebih tinggi, sedangkan perempuan menunjukkan distribusi lemak perifer. Kondisi ini berkaitan dengan peningkatan aktivitas metabolik jaringan adiposa viseral yang berkontribusi terhadap resistensi insulin dan inflamasi kronis derajat rendah. Kesimpulan: Skrining antropometri sederhana dapat digunakan sebagai alat deteksi dini untuk mengidentifikasi individu berisiko. Intervensi berbasis gaya hidup diperlukan untuk mencegah progresivitas menuju gangguan metabolik yang lebih kompleks.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel