Deteksi Dini Risiko Penyakit Ginjal Kronik pada Komunitas Dewasa Sekolah Mutiara Bangsa: Skrining dan Edukasi Berbasis Masyarakat Community-Based Screening and Educational Initiative for Early Identification of Chronic Kidney Disease Risk Among Adults at Mutiara Bangsa School
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pendahuluan: Pendekatan skrining komunitas menjadi strategi penting dalam deteksi dini penyakit ginjal kronik (PGK). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menggambarkan fungsi ginjal masyarakat dewasa produktif melalui pemeriksaan kreatinin dan estimated glomerular filtration rate (eGFR) sebagai upaya deteksi dini gangguan ginjal. Metode: Pendekatan Plan;Do;Check;Act (PDCA) melalui skrining nilai kreatinin dan estimated glomerular filtration rate (eGFR) serta pengumpulan data demografis. Hasil: Sebanyak 45 peserta mengikuti pemeriksaan fungsi ginjal menggunakan metode skrining sederhana. Rerata usia peserta sebesar 34,69 dengan standar deviasi 9,05 tahun dan mayoritas berjenis kelamin perempuan (80,0%). Pemeriksaan kreatinin menunjukkan rerata sebesar 0,91 dengan standar deviasi 0,22 mg/dL dan median 1,00 mg/dL (0,60–1,30 mg/dL). Pemeriksaan eGFR menunjukkan rerata sebesar 89,32 dengan standar deviasi 21,42 mL/menit dan median 78,49 mL/menit (60,79–132,56 mL/menit). Sebagian besar peserta mengalami penurunan fungsi ginjal ringan sebanyak 60,0%, sedangkan fungsi ginjal normal ditemukan pada 40,0% peserta. Kesimpulan: Hasil menunjukkan pentingnya skrining fungsi ginjal secara berkala sebagai upaya deteksi dini penyakit ginjal kronik. Edukasi mengenai hidrasi adekuat, pola hidup sehat, dan pengendalian faktor risiko metabolik perlu terus ditingkatkan pada masyarakat.