Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Symptom-Based Screening untuk Percepatan Penemuan Kasus Tuberkulosis Paru Capacity Building for Posyandu Workers in Symptom-Based Screening to Accelerate the Detection of Pulmonary Tuberculosis Cases
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pendahuluan: Penyakit tuberkulosos paru (TB paru) masih menjadi masalah kesehatan global, terutama di Indonesia yang menduduki peringkat kedua setelah India dalam jumlah kasus infeksi TB paru. Beberapa puskesmas di provinsi Lampung hanya mampu mendeteksi sekitar 10% hingga 20% dari jumlah kasus TB paru yang diperkirakan, sehingga masih banyak kasus yang belum terdeteksi. Kader Posyandu dan Tokoh Masyarakat sebagai garda terdekat dengan masyarakat punya peran besar sebagai penyambung informasi ke Puskesmas. Kader Posyandu dan Tokoh Masyarakat harus punya pengetahuan dan pemahaman kemampuan menskrining tanda gejala awal warga masyarakat dengan TB paru. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman menskrining pasien TB paru dengan peserta Kader Posyandu dan Tokoh Masyarakat di wilayah Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan untuk mengenali tanda dan gejala awal pasien TB paru melalui penggunaan kartu Waterfall sebagai alat bantu skrining. Hasil: Sebelum mengikuti pelatihan, 86,6% dari kader tidak tahu cara melakukan skrining tanda gejala awal TB paru, dan setelah mengikuti pelatihan, 100% kader bisa melakukan skrining. Kesimpulan: Kegiatan ini membantu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dan Tokoh Masyarakat dalam melakukan skrining pasien TB paru melalui pembelajaran yang interaktif dan pelatihan langsung tentang skrining TB paru.