https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/issue/feedJurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima2026-08-04T12:39:49+00:00Ns. Agus Waluyo, M.Kep., Sp.Kep.Jwaluyoagus243@gmail.comOpen Journal Systems<table class="data table" width="100%"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Journal title</strong></td> <td width="40"><strong><strong>: </strong>Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima<br /></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Initials</strong></td> <td width="40"><strong>:</strong> JPMBD</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Editor in Chief<br /></strong></td> <td width="40"><strong>: </strong>Agus Waluyo</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Frequency</strong></td> <td width="40">: 2 Issues every year (February, August)</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>ISSN (online)<br /></strong></td> <td width="40">: <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2985-668X">2985-668X</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Publisher</strong></td> <td width="40">:<strong> Akademi Keperawatan Bunda Delima</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Indexing<br /></strong></td> <td width="40">: <a href="https://onesearch.id/Repositories/Repository?search=bunda+delima">OneSearch</a>| <a href="https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Pengabdian+Masyarakat+bunda+delima+&btnG=" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a> | <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/29822" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a> | <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&search_text=jurnal%20pengabdian%20masyarakat%20bunda%20delima&search_type=kws&search_field=full_search&and_facet_source_title=jour.1405226" target="_blank" rel="noopener">Dimensions</a> l <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/15593">Sinta 5</a></td> </tr> </tbody> </table> <p><strong>Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima </strong>adalah jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung Jurnal ini berisi tentang kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat pada bidang kesehatan masyarakat, keperawatan, dan profesi kesehatan lainnya.</p> <p>Jurnal yang dikirimkan dapat ditulis dengan menggunakan bahasa indonesia dengan abstrak berbahasa inggris serta melalui proses review untuk penerbitan jurnal.</p> <p><strong>Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima </strong>awal terbit pada Agustus 2022 dengan periode penerbitan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus.</p> <ul> <li><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2985-7058"><strong>p-ISSN: 2985-7058</strong></a></li> <li><a href="https://portal.issn.org/api/search?search[]=MUST=allissnbis=%222985-668X%22&search_id=26772287"><strong>e-ISSN: 2985-668X</strong></a></li> <li>Distribution: Akses Terbuka</li> <li>Frequency: Februari, Agustus</li> </ul> <div class="row"> <div class="col-md-6"><a class="btn btn-primary col-md-12" href="https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/Author_Deadline"><em class="fa fa-user"> </em> Author Guidelines</a></div> <div class="col-md-6"><a class="btn btn-success col-md-12" href="https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/submission"><em class="fa fa-share"> </em> Submit Paper Now!</a></div> <div class="col-md-6"> </div> <div class="col-md-6"> </div> <div class="col-md-6"> </div> </div>https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/170Penyuluhan Kesehatan Pentingnya Gizi dalam Mendukung Kesehatan Reproduksi Remaja Putri di SMK Kesehatan Pelita Insani Prabumulih 2026-07-27T14:20:41+00:00Bima Suryantara Suryantara@gmail.comgustika anggrianigustika.ranggahusada@gmail.comChentia Misse Issabella Issabella@gmail.com<p><strong>Pendahuluan :</strong> Kekurangan gizi pada remaja putri menyebabkan risiko anemia, tertundanya menarche dan gangguan siklus menstruasi yang dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi. Masalah gizi yang umum terjadi pada remaja diantaranya kurus, sangat kurus, gemuk, obesitas, pendek dan sangat pendek. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pentingnya kecukupan gizi dalam menjaga kesehatan reproduksi. <strong>Metode :</strong> Pelaksanaan kegiatan melalui tahap persiapan meliputi: survei dan observasi awal, koordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan materi penyuluhan serta persiapan media dan alat. Tahap Pelaksanaan dilakukan secara langsung di sekolah meliputi: registrasi peserta, mengisi lembar <em>Pre-Test</em>, pemeriksaan antropometri, penyuluhan Kesehatan, diskusi dan tanya jawab terkahir mengisi lembar <em>Post-Test.</em> Tahap evaluasi meliputi: tingkat keaktifan peserta, hasil <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>, hasil pemeriksaan IMT peserta. Tahap Pelaporan dilakukan melalui : pengolahan data hasil pemeriksaan dan evaluasi, penyusunan laporan kegiatan pengabdian masyarakat, penyusunan dokumentasi kegiatan, penyampaian hasil kegiatan kepada pihak sekolah. <strong>Hasil :</strong> Sebelum penyuluhan (<em>pre-test</em>) dari 25 peserta terdapat tingkat pengetahuan dalam kategori kurang sebanyak 16 responden (64%), kategori cukup sebanyak 9 responden (36%), dan tidak ada peserta yang memiliki pengetahuan baik. Setelah diberikan penyuluhan (<em>post-test</em>), terjadi peningkatan yang signifikan 18 responden (72%) memiliki pengetahuan baik, 5 responden (20%) memiliki pengetahuan cukup dan 2 responden (8%) pada kategori kurang. <strong>Kesimpulan :</strong> Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri mengenai pentingnya gizi dalam kesehatan reproduksi, sehingga diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup sehat serta menjadi salah satu upaya preventif dalam meningkatkan kualitas kesehatan remaja</p>2026-08-05T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/136Optimalisasi Program CERDAS sebagai Upaya Pengendalian Berat Badan di Desa Sungai Asam2026-05-19T14:24:14+00:00Muhammad Lathif Alghifaritheghif2@gmail.comWindy Stefani Parerawindyparera02@gmail.comCintya Putri Anugrahnichintyac2310@gmail.comNurhidayatinurhiday119@gmail.comNoor Amaliyahnoor.amaliyah302@gmail.comNurul Husnanrlhsnaa11@gmail.comResa Mustika Christianresamustikachristian02@gmail.comYuza Olsi Rahmiyuzaolsi@ulm.ac.idAnggi Setyowatianggisetyo@ulm.ac.idDevi Rahmayantidevi.rahmayanti@ulm.ac.idMuthmainnahmuthmainnah@ulm.ac.idAyumiayumi@ulm.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>Obesitas menjadi kasus kesehatan global yang terus meningkat. Obesitas dapat membawa dampak yang serius bagi kesehatan. Di Indonesia, prevalensi obesitas pada orang dewasa menjadi tren yang cukup mengkhawatirkan, termasuk di wilayah pedesaan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui program CERDAS (Cermat Edukasi Gizi Dasar) dengan demonstrasi Piring T sebagai intervensi pengendalian berat badan. <strong>Metode</strong> : edukasi kesehatan menggunakan media poster, <em>leaflet</em>, dan demonstrasi. Sebanyak 38 peserta mengikuti penyuluhan dan dievaluasi pengetahuannya menggunakan kuesioner <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>. <strong>Hasil :</strong> analisis menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah intervensi, dengan rata-rata peningkatan persentase jawaban benar sebesar 1,68 poin (16,8%). <strong>Kesimpulan:</strong> Hasil analisis mengindikasikan bahwa program CERDAS efektif dalam meningkatakan pengetahuan terkait gizi dasar dan memberikan solusi yang praktis dalam upaya pengendalian berat badan bagi masyarakat Desa Sungai Asam</p>2026-01-08T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/145Skrining Status Gizi Berbasis Indeks Massa Tubuh pada Komunitas Dewasa di Sekolah Mutiara Bangsa2026-06-08T09:58:36+00:00Peter Ian Limaspeteri@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.id<p><strong>Pendahuluan:</strong> Peningkatan jaringan adiposa akan berhubungan dengan terjadinya resistensi insulin, proses inflamasi kronis tingkat rendah, dan gangguan metabolisme lipid. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menggambarkan status gizi masyarakat dewasa produktif berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) sebagai upaya deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular. <strong>Metode:</strong> Peserta akan mengikuti pemeriksaan antropometri dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menentukan nilai IMT dan didapatkan peserta sebanyak 45. <strong>Hasil:</strong> Rerata usia peserta adalah 34,69 ± 9,05 tahun dan mayoritas berjenis kelamin perempuan (80,0%). Rerata IMT peserta sebesar 24,68 ± 4,30 kg/m² dengan median 24,79 kg/m² (17,93–33,64 kg/m²). Distribusi kategori IMT menunjukkan sebagian besar peserta berada pada kategori obesitas tingkat 1 sebanyak 31,1%, diikuti kategori normal 28,9%, overweight 17,8%, obesitas tingkat 2 13,3%, dan kategori kurang 8,9%. <strong>Kesimpulan: </strong>Hasil skrining menunjukkan tingginya proporsi overweight dan obesitas pada masyarakat dewasa produktif. Diperlukan edukasi dan intervensi promotif-preventif terkait pola makan sehat, aktivitas fisik, dan pengendalian berat badan untuk mencegah penyakit metabolik dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/159Skrining Fungsi Paru Menggunakan Spirometri pada Populasi Dewasa di Kelurahan Semanan2026-07-04T15:35:37+00:00Hadisonohadisono@fk.untar.ac.idRia Buanariab@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.id<p><strong>Pendahuluan:</strong> Gangguan fungsi paru merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menurunkan kualitas hidup dan sering tidak terdeteksi pada tahap awal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan skrining fungsi paru menggunakan spirometri pada populasi dewasa di Kelurahan Semanan. <strong>Metode:</strong> Kegiatan dilakukan pada 155 peserta melalui pemeriksaan spirometri dan edukasi kesehatan paru. Data yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, nilai Forced Vital Capacity (FVC), Forced Expiratory Volume in 1 second (FEV1), dan rasio FEV1/FVC. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Pemeriksaan menunjukkan rerata FVC sebesar 64,22±17,28%, FEV1 sebesar 63,57±18,45%, dan rasio FEV1/FVC sebesar 0,99±0,15. Sebagian besar peserta mengalami penurunan nilai FVC dan FEV1 sebanyak 126 orang (81,3%), sedangkan penurunan rasio FEV1/FVC ditemukan pada 6 orang (3,9%). <strong>Kesimpulan:</strong> Temuan ini menunjukkan adanya kecenderungan gangguan fungsi paru, terutama pola ventilasi restriktif. Pemeriksaan spirometri bermanfaat sebagai metode skrining dan deteksi dini gangguan fungsi paru di masyarakat.</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/164Edukasi Personal Hygiene Menstruasi melalui Program Body Myth Buster Berbasis Leaflet pada Remaja SMP2026-07-13T00:52:36+00:00Yayang Windi Astutiyayangwindia@gmail.comGunarmiyayangwindia@gmail.comFatya Nurul Hanifayayangwindia@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Menstruasi merupakan bagian normal dari proses reproduksi remaja putri, namun pengetahuan tentang personal hygiene saat menstruasi di kalangan remaja Indonesia masih tergolong rendah dan diperparah oleh beredarnya berbagai mitos yang tidak berdasar ilmiah. Studi pendahuluan di SMP Islam Terpadu Insan Mandiri, Sukabumi menunjukkan bahwa 70% siswi memiliki pengetahuan rendah tentang personal hygiene menstruasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene saat menstruasi melalui program edukasi <em>body myth buster </em>berbasis leaflet. <strong>Metode:</strong> Kegiatan dilaksanakan pada 20 siswi kelas VII-IX menggunakan metode penyuluhan interaktif yang memadukan penyampaian materi <em>leaflet</em> dengan sesi mitos versus fakta, didahului <em>pre-test</em> dan diakhiri <em>post-test</em> menggunakan kuesioner 20 item. Data dianalisis menggunakan <em>Wilcoxon Signed Rank Test</em> karena data <em>post-test </em>tidak berdistribusi normal. <strong>Hasil:</strong> Analisis data menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 73,50 menjadi 88,50 (peningkatan 20,41%), dengan nilai W = 0,000 dan p = 0,000181 (p < 0,05), menandakan peningkatan yang bermakna secara statistik. Proporsi peserta berkategori pengetahuan baik meningkat dari 25,0% menjadi 85,0%, dan tidak ada lagi peserta pada kategori kurang setelah intervensi. Rerata skor kepuasan peserta terhadap pelaksanaan program mencapai 4,72 dari skala 5 (kategori sangat puas). <strong>Kesimpulan:</strong> Program <em>body myth buster </em>terbukti efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri dan berpotensi direplikasi sebagai model edukasi kesehatan reproduksi berbasis <em>leaflet </em>di sekolah lain.</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/168Pemberian Edukasi Kesehatan dan Terapi Rendam Kaki Air Hangat sebagai Upaya Pengelolaan Hipertensi di Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon2026-07-21T15:07:24+00:00Leya Indah Permatasarileyapermatasari@gmail.comSholeh MochammadMochammad1@gmail.comEca Ananda NofiaNofia1@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> <em>Ageing population</em> sebagai populasi terbanyak penduduk dunia saat ini, seiring dengan meningkatnya risiko penyakit degeneratif terjadi yaitu hipertensi. Terapi nonfarmakologi rendam kaki dengan air hangat sebagai salah satu metode pengobatan untuk penderita hipertensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai pentingnya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai upaya deteksi dini masalah kesehatan dan sosialisasi terapi nonfarmakologi paling mudah yang bisa dilakukan dirumah. <strong>Metode:</strong> Pendekatan pengabdian masyarakat ini memadukan kegiatan riset partisipatif bersama warga (pemeriksaan tekanan darah) dengan proses pembelajaran berupa penyuluhan kesehatan. <strong>Hasi</strong>l : pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa dari 50 lansia yang mengikuti kegiatan, sebanyak 31 lansia (62%) mengalami hipertensi, 6 lansia (12%) berada pada kategori pra-hipertensi, dan 13 lansia (26%) memiliki tekanan darah dalam batas normal. Setelah dilakukan edukasi kesehatan sebanyak 40 lansia (80%) mampu menjelaskan kembali pengertian hipertensi, faktor risiko, komplikasi, pentingnya kepatuhan pengobatan, serta manfaat terapi komplementer yang telah disampaikan selama penyuluhan. Selain itu, sebanyak 45 lansia (90%) mampu menjelaskan kembali manfaat rendam kaki air hangat dan tahapan pelaksanaannya secara benar. <strong>Kesimpulan:</strong> Sebagian besar lansia mengalami hipertensi sebagai penyakit degeneratif pada lansia yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan melakukan terapi rendam kaki dengan air hanyat sebagai salah satu terapi yang akan dilakukan.</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/173Optimalisasi Pencegahan Hepatitis B pada Lansia melalui Pendekatan Edukasi dan Skrining Kesehatan2026-08-04T12:39:49+00:00Sari Mariyati Dewisarid@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.id<p><strong>Pendahuluan:</strong> Hepatitis B merupakan penyakit infeksi yang dapat menyebabkan gangguan hati kronis, sirosis, dan karsinoma hepatoseluler. Lansia memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap dampak infeksi akibat penurunan fungsi imun dan tingginya prevalensi penyakit kronis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pencegahan hepatitis B melalui skrining kesehatan dan edukasi pada lansia. <strong>Metode:</strong> Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan <em>Plan–Do–Check–Act</em> (PDCA) yang mengintegrasikan pemeriksaan hepatitis B surface antigen (HBsAg), hepatitis B surface antibody (HBsAb), dan penyuluhan kesehatan. Sebanyak 38 lansia dengan rerata usia 77,29±7,49 tahun mengikuti kegiatan. <strong>Hasil:</strong> Pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta (100%) memiliki HBsAg negatif, sehingga tidak ditemukan infeksi hepatitis B aktif. Pemeriksaan HBsAb menunjukkan 10 peserta (26,3%) memiliki antibodi protektif, sedangkan 28 peserta (73,7%) negatif. <strong>Kesimpulan:</strong> Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memiliki kekebalan terhadap hepatitis B. Skrining berbasis komunitas yang disertai edukasi kesehatan dapat meningkatkan kesadaran, mendukung deteksi dini, dan memperkuat upaya pencegahan hepatitis B pada lansia.</p> <p> </p>2026-08-10T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/133Peningkatan Kesiapan Bonding Attachment melalui Skrining dan Edukasi Kesehatan pada Ibu Hamil Trimester II–III2026-02-24T06:34:26+00:00Tanti Erizadazturz@gmail.comMery AriantiMeryArianti@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Periode awal ibu dan bayi baru lahir bersama semuanya berkaitan dengan penyesuaian atau adaptasi, perubahan peran, sampai orang tua mengenal bayi mereka sebagai individu dan membangun hubungan bersama. Agar proses adaptasi menjadi kuat diperlukan adanya bounding attachment yang kuat agar hubungan psikologis ibu-bayi menjadi kuat. Bounding Attachment adalah sebuah respon tingkatan hubungan kasih sayang antara orang tua dengan bayinya yang juga merupakan keterkaitan batin, sebuah proses interaksi yang akan terus menerus terjadi antara orang tua dan bayinya. Bounding dan attachment ibu dan bayi dipengaruhi oleh faktor pengetahuan ibu. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester II-III dalam kesiapan menjalani bounding attachment ketika bayi telah lahir. <strong>Metode</strong>: Pendekatan pengabdian masyarakat ini memadukan kegiatan riset partisipatif bersama warga (skrining) dengan proses pembelajaran berupa penyuluhan kesehatan.Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat meliputi pelaksanaan skrining, pre-test pengetahuan tentang bounding attachment ibu dan bayi, melaksanakan penyuluhan berupa edukasi dengan secara lisan oleh pemateri dan sesi tanya jawab. Melakukan post-test dengan menyebarkan kembali kuisioner yang sama seperti pre-test sebagai evaluasi peningkatan pengetahuan. <strong>Hasil </strong>: pengetahuan responden tentang bounding attachment setelah dilakukan pre_test dan post test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari rata-rata 58,7 menjadi rata-rata 78,5 naik sebesar 14,8 atau adanya peningkatan pengetahuan sebesar 19,76 %. <strong>Kesimpulan:</strong> Hasil skrining dimana skor responden berada diatas 10, hali ini menunjukkkan bahwa seluruh responden telah melakukan bounding attachment</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/148Inovasi Pembuatan Tepung Serbaguna Tulang Ikan Cakalang sebagai Pangan Fungsional di Desa Paret Bolaang Mongondow Timur2026-06-17T06:31:25+00:00Bella Budimanbudimanbella17@gmail.comIrma Yahyairma150191@gmail.comMahlani Umasangajimahlaniumasangaji29@gmail.comWiranti Kandari kandariwiranti08@gmail.comHikmah Hassu hikmahhassu@gmail.comNurfadillah Kemhaydilakemhay@gmail.comPinkan Bahagia MokoagowPinkanmokoagow909@gmai.comIndriyani Saoda Mardiaindimardia@gmail.com<p><strong>Pendahuluan :</strong> Limbah tulang ikan cakalang merupakan hasil samping industri perikanan yang jumlahnya melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, tulang ikan cakalang memiliki kandungan kalsium, fosfor, dan protein yang tinggi sehingga berpotensi dijadikan bahan pangan fungsional. Program ini bertujuan untuk mengolah limbah tulang ikan cakalang menjadi tepung serbaguna yang bernilai gizi tinggi, aman dikonsumsi, serta memiliki daya simpan yang baik. <strong>Metode :</strong> meliputi tahap pembersihan, perebusan, pengeringan, penggilingan, dan pengayakan hingga diperoleh tepung dengan tekstur halus. Program ini dilaksanakan pada bulan Februari minggu ketiga pelaksanaan KKN di Desa Paret Kecamatan Kotabunan,Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. <strong>Hasil :</strong> menunjukkan bahwa tepung tulang ikan cakalang yang dihasilkan memiliki warna putih kekuningan, aroma khas ikan yang tidak menyengat, serta kandungan kalsium yang tinggi sehingga berpotensi sebagai fortifikan pada berbagai produk pangan seperti MP-ASI, biskuit, dan olahan makanan lainnya. <strong>Kesimpulan :</strong> Pemanfaatan limbah tulang ikan cakalang menjadi tepung serbaguna tidak hanya meningkatkan nilai tambah limbah perikanan, tetapi juga mendukung upaya perbaikan gizi masyarakat serta mengurangi pencemaran lingkungan</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/161Efektivitas Pendidikan Kesehatan dengan Metode Demonstrasi Ergonomi terhadap Perilaku Kerja Pekerja Pabrik Tahu Krukut2026-07-05T05:38:48+00:00Hanim Tsurayya2410711099@mahasiswa.upnvj.ac.idT. Widya Naraliawidyanaralia@upnvj.ac.idNafisatul Aliya2410711072@mahasiswa.upnvj.ac.idZahry Shella Desvia Rivai2410711071@mahasiswa.upnvj.ac.idCitra Ayunda Sofana2410711087@mahasiswa.upnvj.ac.idLaras Firsty Fadina2410711096@mahasiswa.upnvj.ac.id<p><strong>Pendahuluan:</strong> Pekerja pabrik tahu rentan mengalami keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) akibat aktivitas kerja manual yang repetitif dan postur tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi ergonomi terhadap perilaku kerja pekerja Pabrik Tahu Krukut, Depok, Jawa Barat. <strong>Metode </strong>: roject Based Learning (PjBL) dikombinasikan dengan Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan interaktif, dan demonstrasi mekanika tubuh yang aman terhadap 8 orang pekerja. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang mencakup aspek kognitif dan afektif. Hasil : rerata <em>pre-test</em> nilai total 60% (baik), meningkat secara signifikan menjadi 96,25% (sangat baik) pada <em>post-test.</em> Evaluasi psikomotor menunjukkan aspek afektif berkategori sangat baik, sementara keterampilan psikomotor berkategori baik dan memerlukan pendampingan berkelanjutan. <strong>Kesimpulan:</strong> Pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi ergonomi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan perilaku kerja pekerja pabrik tahu, sehingga direkomendasikan program pendampingan berkala untuk mempertahankan keberlanjutan perilaku kerja yang aman.</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/165Peningkatan Pengetahuan Pertolongan Pertama (First Aid) sebagai Upaya Penanganan Keselamatan Kerja di Lingkungan Perusahaan Jasa Keamanan2026-07-13T14:34:17+00:00Jennifer Ery Wiradinata2410711080@mahasiswa.upnvj.ac.idRitantiRitanti@gnail.comAriesanti Arsa NabilaNabila1@gmail.comAtikah Al Afifah1Afifah1@gmail.comAulia FahrezaAuliaFahreza@gmail.comAprilia Tri Cahyani Putri1Putri1@gmail.comYeni Bellina Rusdiana1rusdiana1@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan langkah preventif dalam meminimalkan risiko kecelakaan kerja sekaligus membangun atmosfer lingkungan kerja yang kondusif. Tenaga kerja pada perusahaan jasa keamanan memiliki risiko terjadinya cedera sehingga memerlukan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai pertolongan pertama (first aid). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tenaga kerja mengenai pertolongan pertama di Kantor Mako Citra Indah City Jonggol, Bogor, Jawa Barat. <strong>Metode : </strong>edukasi lisan, demonstrasi, diskusi interaktif, serta pengukuran performa sebelum dan sesudah kegiatan pada 21 orang. <strong>Hasil:</strong> Data menunjukkan terjadinya kenaikan nilai kolektif peserta dari 53,33 menjadi 79,05 setelah edukasi diberikan. <strong>Kesimpulan:</strong> Edukasi pertolongan pertama efektif meningkatkan pengetahuan tenaga kerja mengenai penanganan awal kecelakaan kerja dan dapat diterapkan sebagai upaya promotif serta preventif di lingkungan kerja.</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/169Edukasi Kesehatan Reproduksi sebagai Upaya Pencegahan Kehamilan Tidak Diinginkan pada Remaja2026-07-27T13:49:40+00:00Desti Widya Astutidestiwidya.29@gmail.comChentia Misse Issabella Issabella@gmail.comDesti Widya AstutiAstuti1@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) pada remaja masih menjadi permasalahan kesehatan reproduksi yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan, terbatasnya edukasi yang tepat, serta paparan informasi yang kurang akurat. Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi kesehatan reproduksi bagi siswa SMK Kesehatan Pelita Insani Kota Prabumulih. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan KTD. <strong>Metode </strong>: ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta pembagian leaflet, dengan evaluasi menggunakan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Sebanyak 25 siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah pemberian edukasi. Nilai rata-rata <em>pre-test</em> sebesar 62,4 meningkat menjadi 93,8 pada <em>post-test</em>, dengan selisih rata-rata sebesar 31,4 poin. <strong>Kesimpulan:</strong> Edukasi kesehatan reproduksi merupakan strategi promotif dan preventif yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai KTD untuk mendukung terbentuknya perilaku yang lebih bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan reproduksi</p>2026-08-03T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/134Evaluasi Dampak Edukasi Penggunaan Obat Rasional dan Bahaya Penyalahgunaan Obat Keras pada Remaja 2026-05-04T06:04:40+00:00Amalia Dwiyanis Ruhmanaamaliadwiyr08@gmail.comIrma Susantiirmasusanti.apt@gmail.comFathin Dliyaun Nisa’ AliNisa’Ali1@gmail.comKhoridatul MudhiahMudhiah@gmail.comZahro Aisyi KhaddahKhaddah1@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Penyalahgunaan obat pada remaja merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang menunjukkan tren peningkatan dan berkaitan erat dengan rendahnya tingkat pengetahuan, tingginya rasa ingin tahu, serta pengaruh lingkungan sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi edukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terkait bahaya penyalahgunaan obat di SMK NU 1 Babat. <strong>Metode:</strong> Pendekatan kuasi-eksperimental dengan rancangan one-group pretest–posttest dengan pelibatan peran serta aktif peserta. Intervensi diberikan melalui metode ceramah, diskusi interaktif, serta penggunaan media edukasi berupa presentasi PowerPoint dan leaflet. Evaluasi dilakukan terhadap 30 siswa menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang mengukur aspek pengetahuan mengenai definisi obat, jenis obat yang berpotensi disalahgunakan, faktor risiko, dampak kesehatan, serta strategi pencegahan. <strong>Hasil:</strong> Analisis data menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan yang signifikan, dengan median nilai pre-test sebesar 70,00 (min-max; 60–90) meningkat menjadi 89,69 (min-max 60–100) pada post-test. Sebagian besar responden mencapai kategori pengetahuan tinggi dengan rentang nilai 90–100 setelah intervensi. Hasil uji statistik Wilcoxon signed-rank menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor pre-test dan post-test (p<0,05). <strong>Kesimpulan:</strong> Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi edukasi berbasis penyuluhan efektif dan peran serta aktif peserta efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pemanfaatan obat secara rasional dan pemahaman tentang penyalahgunaan obat. Implementasi program edukasi yang terstruktur dan berkelanjutan direkomendasikan sebagai strategi preventif dalam upaya peningkatan pengetahuan tentang pemanfaatan obat secara rasional dan pencegahan penyalahgunaan obat di kalangan remaja.</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/144Pemeriksaan Radiologi Paru sebagai Upaya Deteksi Awal Kelainan Parenkim Paru pada Masyarakat Dewasa di Kelurahan Semanan2026-06-08T09:54:15+00:00Daniel Ruslimdanielr@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.id<p><strong>Pendahuluan:</strong> Penyakit paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan deteksi dini untuk mencegah komplikasi dan penularan penyakit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan skrining radiologi paru pada populasi dewasa di Kelurahan Semanan. <strong>Metode:</strong> Kegiatan dilakukan melalui pemeriksaan radiologi dada dan edukasi kesehatan paru pada 155 peserta. Data yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, dan gambaran radiologi paru. <strong>Hasil</strong> <strong>:</strong> pemeriksaan menunjukkan mayoritas peserta berjenis kelamin perempuan (70,3%) dengan rerata usia 46,49±10,29 tahun. Sebagian besar peserta memiliki gambaran radiologi normal sebanyak 145 orang (93,5%). Namun, ditemukan beberapa kelainan paru, yaitu TB paru aktif 4 orang (2,5%), TB paru lama 3 orang (1,9%), pneumonia 1 orang (0,6%), TB paru dengan efusi pleura kanan 1 orang (0,6%), dan atelektasis 1 orang (0,6%). <strong>Kesimpilan</strong>: Pemeriksaan radiologi paru bermanfaat sebagai metode skrining dan deteksi dini kelainan paru pada masyarakat.</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/157Edukasi Pola Hidup Sehat sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Diabetes Mellitus pada Masyarakat Dusun 7 Mutun Kabupaten Pesawaran2026-06-23T06:46:29+00:00Rudi Winarnorudiwinarno02@gmail.comNida NafisahNafisah1@gmail.comOkva Hikmah KOkvaHikmahK1@gmail.comMeri AndaniMeriAndani1@gmail.comM. Almatin Zubi S1S1@gmail.comDevita AuliaDevitaAulia1@gmail.comAjeng Dyah KumalaKumala1@gmail.comSalsa Anastasya AmartyaAmartya1@gmail.comPutri Melinda SariSari1@gmail.comSixnola Dina LL1@gmail.comMario OrlandoOrlando¹@gmail.comAriyansahAriyansah1@gmail.comTuwiyuhono1uwiyuhono1@gmail.com<p>Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat dan terus mengalami peningkatan setiap tahun. Berdasarkan hasil pengkajian keperawatan komunitas di Dusun 7 Mutun Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran, ditemukan bahwa Diabetes Mellitus merupakan penyakit terbanyak yang diderita masyarakat dengan persentase sebesar 44,1%. Tingginya angka kejadian tersebut dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai penyebab, faktor risiko, pencegahan, serta pengelolaan pola hidup sehat terkait Diabetes Mellitus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian Diabetes Mellitus melalui edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan Community Development yang meliputi tahap identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 01–21 April 2025 di Dusun 7 Mutun Kabupaten Pesawaran. Materi yang diberikan meliputi pengenalan Diabetes Mellitus, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, pemeriksaan kesehatan berkala, serta pencegahan komplikasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko dan upaya pencegahan Diabetes Mellitus. Masyarakat juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Edukasi kesehatan menjadi salah satu upaya promotif dan preventif yang efektif dalam meningkatkan perilaku hidup sehat masyarakat serta mendukung pengendalian penyakit tidak menular di tingkat komunitas.</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/162Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Symptom-Based Screening untuk Percepatan Penemuan Kasus Tuberkulosis Paru2026-07-06T02:57:03+00:00Praty Milindasaaripratypramono@gmail.comWijonarkoWijonarko@gmail.comHendra Jaya PutraHendraPutra1@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Penyakit tuberkulosos paru (TB paru) masih menjadi masalah kesehatan global, terutama di Indonesia yang menduduki peringkat kedua setelah India dalam jumlah kasus infeksi TB paru. Beberapa puskesmas di provinsi Lampung hanya mampu mendeteksi sekitar 10% hingga 20% dari jumlah kasus TB paru yang diperkirakan, sehingga masih banyak kasus yang belum terdeteksi. Kader Posyandu dan Tokoh Masyarakat sebagai garda terdekat dengan masyarakat punya peran besar sebagai penyambung informasi ke Puskesmas. Kader Posyandu dan Tokoh Masyarakat harus punya pengetahuan dan pemahaman kemampuan menskrining tanda gejala awal warga masyarakat dengan TB paru. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman menskrining pasien TB paru dengan peserta Kader Posyandu dan Tokoh Masyarakat di wilayah Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung. <strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan untuk mengenali tanda dan gejala awal pasien TB paru melalui penggunaan kartu Waterfall sebagai alat bantu skrining. <strong>Hasil:</strong> Sebelum mengikuti pelatihan, 86,6% dari kader tidak tahu cara melakukan skrining tanda gejala awal TB paru, dan setelah mengikuti pelatihan, 100% kader bisa melakukan skrining. <strong>Kesimpulan: </strong>Kegiatan ini membantu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dan Tokoh Masyarakat dalam melakukan skrining pasien TB paru melalui pembelajaran yang interaktif dan pelatihan langsung tentang skrining TB paru.</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/167Optimalisasi Edukasi Preoperasi untuk Meningkatkan Kesiapan dan Keselamatan Pasien Bedah di RST TK.III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto 2026-07-15T01:09:51+00:00nuriya nurinuriyanuri0919@gmail.comMade SuandikaSuandika1@gmail.comTophan Heri WibowoTophan@gmail.comAmin SusantoAmin@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Komplikasi anestesi merupakan kondisi yang dapat dialami pasien setelah menjalani tindakan pembedahan, baik dengan anestesi umum maupun anestesi regional. Rendahnya tingkat pengetahuan pasien dalam rangka meningkatkan kesiapan dan keselamatan saat tindakan pembedahan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya komplikasi serta memperlambat proses pemulihan pascaoperasi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan pasien preoperasi melalui edukasi upaya mandiri pasien yang bias dilakukan sebelum tindakan pembedahan/operasi. Kegiatan ini dilakukan di RST TK.III 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto. <strong>Metode:</strong> Pelaksanaan kegiatan diawali dengan identifikasi peserta, dilanjutkan dengan pengukuran pengetahuan awal menggunakan kuesioner <em>pre test</em>. Selanjutnya, peserta memperoleh edukasi melalui metode ceramah, diskusi, serta penyampaian materi menggunakan media leaflet. Setelah edukasi selesai, dilakukan pengisian kuesioner kembali menggunakan <em>post test </em>untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta. Kegiatan berlangsung secara marathon di bulan Februari hingga April 2026, melibatkan 50 pasien preoperasi yang akan menjalani anestesi umum maupun anestesi regional. <strong>Hasil </strong>: Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah pemberian edukasi. Persentase peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 8% menjadi 96%, sedangkan kategori pengetahuan cukup menurun dari 10% menjadi 2%, dan kategori pengetahuan kurang menjadi berkurang dari 82% jadi 2%. <strong>Kesimpulan:</strong> Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi preoperasi efektif meningkatkan pemahaman pasien dan diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan keamanan dan keselamatan pasien serta menjadi program edukasi preoperasi yang dilaksanakan secara berkesinambungan di rumah sakit.</p>2026-08-07T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/137Optimalisasi Skrining Kadar Hemoglobin dan Edukasi Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Anemia pada Populasi Dewasa2026-05-30T12:22:55+00:00Triyana Saritriyanas@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.id<p><strong>Pendahuluan:</strong> Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering tidak terdeteksi dan dapat berdampak pada fungsi fisiologis serta kualitas hidup. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menggambarkan karakteristik partisipan dan distribusi kadar hemoglobin dalam skrining berbasis komunitas. <strong>Metode</strong><strong>:</strong> Pendekatan <em>Plan-Do-Check-Act (PDCA)</em> melalui pemeriksaan hemoglobin dan pengumpulan data demografis. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Partisipan didominasi usia dewasa dengan distribusi jenis kelamin relatif seimbang. Rerata kadar hemoglobin berada dalam kisaran normal, namun hampir setengah partisipan termasuk dalam kategori anemia dengan rentang nilai yang luas, termasuk nilai ekstrem pada batas bawah. Distribusi berdasarkan jenis kelamin menunjukkan laki-laki memiliki kadar hemoglobin lebih tinggi dibandingkan perempuan, sementara perempuan menunjukkan kecenderungan nilai yang lebih rendah. <strong>Kesimpulan:</strong> Hasil ini mencerminkan adanya variasi derajat anemia dalam populasi. Skrining komunitas berperan dalam deteksi dini individu berisiko serta menjadi dasar intervensi promotif dan preventif untuk menurunkan beban anemia di masyarakat</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/129Skrining Wajah dan Edukasi Personal Hygiene pada Siswa MAN 2 Bandar Lampung 2026-02-11T03:00:41+00:00arif nurimanarif.nuriman@gmail.comYanti WulandariYantiwulan3008@gmail.com<p><strong>Pendahuluan</strong><strong> :</strong> Masalah kesehatan kulit, khususnya dermatitis dan jerawat, merupakan isu yang sangat umum di kalangan remaja dan berdampak signifikan pada kualitas hidup mereka. Masa remaja adalah periode kritis dalam perkembangan fisik dan psikososial, di mana gangguan kulit dapat menurunkan kepercayaan diri, menghambat interaksi sosial, dan memengaruhi prestasi akademik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan praktik personal hygiene (kebersihan tangan dan perawatan kulit wajah) yang tepat. <strong>Metode</strong>: Kegiatan diawali dengan skrining dilanjutkan kegiatan edukasi interaktif, demonstrasi dan konsultasi kulit individual yang dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi remaja untuk menjaga kebersihan diri secara tepat . <strong>Hasil </strong><strong>:</strong>Kegiatan ini diikuti oleh 39 siswi yang terdiri dari 29 siswi kelas X dan 10 siswi kelas XII. Siswi yang melakukan skrining sebanyak 34 siswi. Dengan hasil 59% berjenis kulit slightly dry/dry , 24% normal dan 18% slighly M,O,S/M,O,S.Dari hasil edukasi hygiene diperoleh peningkatan jumlah peserta yang memperoleh nilai 100 dari pre test awal ada 28 siswi (72%) menjadi 31 siswi (79%) pada saat post test. Penurunan jumlah peserta yang memperoleh nilai 90 ,Pada saat pre test terdapat 8 siswi (21%) menjadi 6 siswi (15%).Penurunan jumlah siswi yang memperoleh nilai 80 dari 3 siswi (8%) menjadi 2 siswi (5%). <strong>Kesimpulan </strong><strong>:</strong> Teridentifikasi jenis kulit peserta dan terjadi peningkatan pengetahuan peserta. Kegiatan ini sangat relevan dan dibutuhkan sebagai upaya promotif dan preventif yang lebih terukur dan efektif di lingkungan sekolah.</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/139Integrasi Skrining Glukosa Darah Puasa sebagai Strategi Promotif dan Preventif dalam Deteksi Dini Diabetes Melitus di Tingkat Komunitas2026-05-30T12:27:35+00:00Susy Olivia Lontohsusyo@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.id<p><strong>Pendahuluan:</strong> Gangguan regulasi glukosa merupakan masalah kesehatan yang dapat berkembang secara progresif menjadi Diabetes Mellitus apabila tidak terdeteksi sejak dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menggambarkan karakteristik partisipan serta distribusi kadar gula darah puasa dalam skrining berbasis komunitas. <strong>Metode:</strong> Pendekatan <em>Plan-Do-Check-Act (PDCA) </em>digunakan melalui pemeriksaan gula darah puasa dan pengumpulan data demografis. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Partisipan didominasi usia dewasa dengan proporsi perempuan lebih tinggi. Sebagian besar berada dalam kategori normal, namun terdapat kelompok pre-diabetes dan diabetes dengan rentang nilai yang luas, termasuk nilai ekstrem yang mengindikasikan hiperglikemia berat. Hubungan antara usia dan kadar gula darah puasa tampak lemah, sehingga faktor lain seperti pola hidup dan kondisi metabolik kemungkinan lebih berperan. <strong>Kesimpulan:</strong> Secara fisiologis, peningkatan kadar glukosa berkaitan dengan resistensi insulin dan gangguan regulasi produksi glukosa hepatik. Skrining komunitas memungkinkan deteksi dini individu berisiko serta menjadi dasar intervensi preventif untuk mencegah progresivitas penyakit.</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/142Skrining Tekanan Darah pada Komunitas Dewasa Sekolah Mutiara Bangsa2026-06-07T13:24:31+00:00Yohanes FirmansyahYohanes@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.id<p><strong>Pendahuluan:</strong> Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang sering tidak terdeteksi pada tahap awal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan skrining tekanan darah serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan hipertensi. <strong>Metode</strong><strong>:</strong> Pendekatan Plan;Do;Check;Act (PDCA) melalui skrining tekanan darah dan pengumpulan data demografis. <strong> Hasil:</strong> Sebanyak 45 peserta mengikuti kegiatan dengan rerata usia 34,69 ± 9,05 tahun dan mayoritas berjenis kelamin perempuan. Pemeriksaan menunjukkan rerata tekanan darah sistolik sebesar 122,84 ± 15,79 mmHg dan diastolik sebesar 80,69 ± 14,13 mmHg. Sebagian peserta berada pada kategori normal, namun ditemukan pula peserta dengan kategori <em>elevated</em>, hipertensi derajat I, dan hipertensi derajat II. Variasi tekanan darah ditemukan pada laki-laki maupun perempuan, dengan rentang tekanan darah yang lebih luas pada kelompok perempuan. <strong>Kesimpulan:</strong> Skrining ini menunjukkan bahwa peningkatan tekanan darah sudah mulai ditemukan pada kelompok usia dewasa dan berpotensi meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular apabila tidak dikendalikan. Skrining tekanan darah dan edukasi pola hidup sehat perlu dilakukan secara berkala sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan komplikasi hipertensi di masyarakat</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/140Skrining Obesitas Sentral sebagai Indikator Awal Risiko Sindrom Metabolik pada Komunitas Dewasa Gereja Baptis Cengkareng2026-05-30T12:30:24+00:00Erick Sidartaerick@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.id<p><strong>Pendahuluan:</strong> Obesitas sentral merupakan indikator penting dalam menilai risiko gangguan metabolik, khususnya Sindrom Metabolik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menggambarkan karakteristik responden serta distribusi ukuran lingkar tubuh sebagai pendekatan skrining berbasis komunitas. <strong>Metode</strong><strong>:</strong> Pendekatan Plan, Do, Check, Act (PDCA) melalui pengukuran antropometri meliputi lingkar perut, panggul, lengan atas, leher, dan betis, disertai pengumpulan data demografis. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Responden didominasi usia dewasa dengan proporsi perempuan lebih tinggi. Sebagian besar individu berada dalam kategori obesitas sentral berdasarkan lingkar perut. Perbedaan distribusi lemak berdasarkan jenis kelamin terlihat jelas, di mana laki-laki cenderung memiliki akumulasi lemak sentral lebih tinggi, sedangkan perempuan menunjukkan distribusi lemak perifer. Kondisi ini berkaitan dengan peningkatan aktivitas metabolik jaringan adiposa viseral yang berkontribusi terhadap resistensi insulin dan inflamasi kronis derajat rendah. <strong>Kesimpulan:</strong> Skrining antropometri sederhana dapat digunakan sebagai alat deteksi dini untuk mengidentifikasi individu berisiko. Intervensi berbasis gaya hidup diperlukan untuk mencegah progresivitas menuju gangguan metabolik yang lebih kompleks.</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/143Deteksi Dini Risiko Penyakit Ginjal Kronik pada Komunitas Dewasa Sekolah Mutiara Bangsa: Skrining dan Edukasi Berbasis Masyarakat2026-06-07T13:28:42+00:00Robert Kosasihrobertkosasih@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.id<p><strong>Pendahuluan:</strong> Pendekatan skrining komunitas menjadi strategi penting dalam deteksi dini penyakit ginjal kronik (PGK). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menggambarkan fungsi ginjal masyarakat dewasa produktif melalui pemeriksaan kreatinin dan estimated glomerular filtration rate (eGFR) sebagai upaya deteksi dini gangguan ginjal. <strong>Metode</strong><strong>:</strong> Pendekatan Plan;Do;Check;Act (PDCA) melalui skrining nilai kreatinin dan estimated glomerular filtration rate (eGFR) serta pengumpulan data demografis. <strong>Hasil</strong>: Sebanyak 45 peserta mengikuti pemeriksaan fungsi ginjal menggunakan metode skrining sederhana. Rerata usia peserta sebesar 34,69 dengan standar deviasi 9,05 tahun dan mayoritas berjenis kelamin perempuan (80,0%). Pemeriksaan kreatinin menunjukkan rerata sebesar 0,91 dengan standar deviasi 0,22 mg/dL dan median 1,00 mg/dL (0,60–1,30 mg/dL). Pemeriksaan eGFR menunjukkan rerata sebesar 89,32 dengan standar deviasi 21,42 mL/menit dan median 78,49 mL/menit (60,79–132,56 mL/menit). Sebagian besar peserta mengalami penurunan fungsi ginjal ringan sebanyak 60,0%, sedangkan fungsi ginjal normal ditemukan pada 40,0% peserta. <strong>Kesimpulan:</strong> Hasil menunjukkan pentingnya skrining fungsi ginjal secara berkala sebagai upaya deteksi dini penyakit ginjal kronik. Edukasi mengenai hidrasi adekuat, pola hidup sehat, dan pengendalian faktor risiko metabolik perlu terus ditingkatkan pada masyarakat.</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/138Optimalisasi Skrining Asam Urat dan Edukasi Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Gout pada Populasi Dewasa2026-05-30T12:25:32+00:00David Limanandavidl@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.id<p><strong>Pendahuluan:</strong> Hiperurisemia merupakan kondisi peningkatan kadar asam urat yang berpotensi berkembang menjadi Gout apabila tidak terdeteksi sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menggambarkan karakteristik partisipan serta distribusi kadar asam urat dalam skrining berbasis komunitas. <strong>Metode</strong><strong>:</strong> Pendekatan <em>Plan-Do-Check-Act (PDCA) </em>melalui pemeriksaan kadar asam urat dan pengumpulan data demografis. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Partisipan didominasi usia dewasa dengan distribusi jenis kelamin yang relatif seimbang. Rerata kadar asam urat berada di atas batas normal dengan proporsi hiperurisemia yang tinggi. Analisis distribusi menunjukkan bahwa laki-laki memiliki median kadar yang lebih tinggi serta variasi yang lebih luas, sementara perempuan memiliki median lebih rendah namun tetap ditemukan nilai ekstrem. <strong>Kesimpulan:</strong> Rentang nilai yang luas mencerminkan variasi derajat peningkatan kadar asam urat dalam populasi. Skrining berbasis komunitas berperan penting dalam identifikasi dini individu berisiko dan menjadi dasar intervensi preventif untuk menekan progresivitas penyakit.</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/141Upaya Promotif dan Preventif melalui Pengabdian Masyarakat: Skrining Hiperurisemia sebagai Langkah Awal Pencegahan Gout2026-05-30T12:32:24+00:00Sukmawati Tansil Tansukmawati@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.id<p><strong>Pendahuluan:</strong> Hiperurisemia merupakan kondisi peningkatan kadar asam urat yang berpotensi berkembang menjadi Gout dan komplikasi metabolik lainnya. Skrining berbasis komunitas menjadi langkah awal dalam upaya promotif dan preventif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menggambarkan karakteristik partisipan dan distribusi kadar asam urat. <strong>Metode</strong><strong>:</strong> Pendekatan Plan;Do;Check;Act (PDCA) melalui pemeriksaan kadar asam urat serta pengumpulan data demografis. <strong>Hasil</strong><strong>: </strong>Mayoritas partisipan berada pada usia dewasa dengan dominasi perempuan. Sebagian besar memiliki kadar asam urat dalam batas normal, sementara sebagian kecil menunjukkan hiperurisemia dengan nilai yang telah melampaui ambang fisiologis. Kadar yang lebih tinggi lebih sering dijumpai pada laki-laki. Kondisi ini berkaitan dengan keseimbangan antara produksi dan ekskresi asam urat yang dipengaruhi faktor hormonal dan metabolik. <strong>Kesimpulan:</strong> Skrining komunitas memungkinkan identifikasi dini individu berisiko serta memberikan dasar untuk intervensi berupa edukasi gaya hidup sehat. Upaya ini berpotensi menekan progresivitas menuju gout dan komplikasi terkait di masyarakat</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima