https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/issue/feedJurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima2025-08-13T05:33:46+00:00Ns. Agus Waluyo, M.Kep., Sp.Kep.Jwaluyoagus243@gmail.comOpen Journal Systems<table class="data table" width="100%"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Journal title</strong></td> <td width="40"><strong><strong>:</strong></strong>Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima<strong><br /></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Initials</strong></td> <td width="40"><strong>:</strong> JPMBD</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Editor in Chief<br /></strong></td> <td width="40"><strong>: </strong>Agus Waluyo</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Frequency</strong></td> <td width="40">: 2 Issues every year (February, August)</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>ISSN (online)<br /></strong></td> <td width="40">: <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2985-668X">2985-668X</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Publisher</strong></td> <td width="40"><strong>: Akademi Keperawatan Bunda Delima</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Indexing<br /></strong></td> <td width="40">: <a href="https://onesearch.id/Repositories/Repository?search=bunda+delima">OneSearch</a>| <a href="https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Pengabdian+Masyarakat+bunda+delima+&btnG=" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a> | <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/29822" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a> | <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&search_text=jurnal%20pengabdian%20masyarakat%20bunda%20delima&search_type=kws&search_field=full_search&and_facet_source_title=jour.1405226" target="_blank" rel="noopener">Dimensions</a></td> </tr> </tbody> </table> <p><strong>Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima </strong>adalah jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung Jurnal ini berisi tentang kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat pada bidang kesehatan masyarakat, keperawatan, dan profesi kesehatan lainnya.</p> <p>Jurnal yang dikirimkan dapat ditulis dengan menggunakan bahasa indonesia dengan abstrak berbahasa inggris serta melalui proses review untuk penerbitan jurnal.</p> <p><strong>Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima </strong>awal terbit pada Agustus 2022 dengan periode penerbitan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus.</p> <ul> <li><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2985-7058"><strong>p-ISSN: 2985-7058</strong></a></li> <li><a href="https://portal.issn.org/api/search?search[]=MUST=allissnbis=%222985-668X%22&search_id=26772287"><strong>e-ISSN: 2985-668X</strong></a></li> <li>Distribution: Akses Terbuka</li> <li>Frequency: Februari, Agustus</li> </ul> <div class="row"> <div class="col-md-6"><a class="btn btn-primary col-md-12" href="https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/Author_Deadline"><em class="fa fa-user"> </em> Author Guidelines</a></div> <div class="col-md-6"><a class="btn btn-success col-md-12" href="https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/submission"><em class="fa fa-share"> </em> Submit Paper Now!</a></div> <div class="col-md-6"> </div> <div class="col-md-6"> </div> <div class="col-md-6"> </div> </div>https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/87Fenomena Penurunan Kekuatan Otot pada Remaja Sekolah Menengah Atas di Tangerang Raya2025-07-04T07:06:33+00:00Naomi Esthernita Fauzia Dewantonaomi@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.idFarell Christian Gunaidifarell.12024001613@student.atmajaya.ac.idRafindra Raja Hendriantorafindra.405230010@stu.untar.ac.id<table width="612"> <tbody> <tr> <td width="420"> <p>Kekuatan otot, khususnya kekuatan genggaman tangan, merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kebugaran fisik remaja. Penurunan kekuatan otot tidak hanya dikaitkan dengan penuaan, tetapi juga mulai ditemukan pada usia muda akibat gaya hidup sedentari dan pola makan tidak seimbang. Deteksi dini melalui skrining kekuatan genggaman tangan penting dilakukan untuk mencegah gangguan kebugaran otot di masa depan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di salah satu SMA di wilayah Tangerang Raya dengan melibatkan 144 siswa sebagai responden. Pengukuran kekuatan genggaman tangan dilakukan menggunakan CAMRY EH101 Digital Hand Dynamometer pada tangan kanan dan kiri. Kriteria kelemahan otot merujuk pada batas normal menurut AWGS 2019, yaitu <28 kg untuk laki-laki dan <18 kg untuk perempuan. Data disusun secara agregat dan dianalisis berdasarkan usia, jenis kelamin, dan kategori kekuatan otot. Sebagian besar siswa berusia 16 tahun (55,6%), dengan distribusi jenis kelamin 54,2% perempuan dan 45,8% laki-laki. Rerata kekuatan genggaman tangan kanan dan kiri lebih tinggi pada laki-laki (37,76 kg dan 35,07 kg) dibanding perempuan (23,80 kg dan 21,99 kg). Berdasarkan kriteria AWGS, sebanyak 13,9% siswa termasuk dalam kategori kelemahan otot, terdiri dari 9,7% perempuan dan 4,2% laki-laki. Skrining ini menunjukkan bahwa sebagian remaja telah mengalami penurunan kekuatan otot. Sekolah diharapkan dapat merancang intervensi preventif berbasis data, seperti peningkatan aktivitas fisik dan promosi gizi seimbang, guna mendukung kebugaran otot dan kualitas hidup siswa.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2025-07-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/88Temuan Tekanan Darah Tinggi pada Remaja Sekolah Menengah Atas Tarakanita Citra Raya2025-07-04T07:05:40+00:00Olivia Charissaoliviac@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.idFarell Christian Gunaidifarell.12024001613@student.atmajaya.ac.id<p>Remaja merupakan kelompok usia yang mengalami transisi penting dalam aspek fisik dan psikososial. Sayangnya, kesadaran terhadap kesehatan, khususnya pemantauan tekanan darah, masih rendah di kalangan remaja. Padahal, hipertensi pada usia muda dapat berkembang secara asimtomatik dan berpotensi menimbulkan komplikasi di masa depan. Deteksi dini melalui skrining tekanan darah menjadi langkah strategis dalam mencegah penyakit tidak menular sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 5 Juni 2025 di SMA Tarakanita, Citra Raya, Tangerang. Sebanyak 144 siswa mengikuti pemeriksaan tekanan darah menggunakan sfigmomanometer digital OMRON. Kriteria tekanan darah tinggi merujuk pada nilai ?140/90 mmHg. Pengukuran dilakukan oleh tenaga terlatih dan data dicatat secara agregat untuk menjaga kerahasiaan. Mayoritas peserta berusia 15–16 tahun dengan rerata usia 15,60 tahun (SD 0,53). Komposisi jenis kelamin terdiri dari 66 laki-laki (45,8%) dan 78 perempuan (54,2%). Rata-rata tekanan darah sistolik adalah 124,24 mmHg dan diastolik 71,18 mmHg. Sebanyak 31 siswa (21,5%) tercatat memiliki tekanan darah tinggi. Proporsi remaja dengan tekanan darah tinggi cukup signifikan dan menunjukkan pentingnya skrining rutin di lingkungan sekolah. Diperlukan intervensi lanjutan berupa edukasi gizi, peningkatan aktivitas fisik, serta pemantauan kesehatan berkala untuk mencegah hipertensi sejak dini.</p>2025-07-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/89Temuan Ketebalan Lemak Subkutan Tinggi pada Populasi Dewasa Usia Produktif 2025-07-07T02:36:09+00:00Daniel Ruslimdanielr@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.idFarell Christian Gunaidifarell.12024001613@student.atmajaya.ac.idJonathan Andersanjonathan.405220001@stu.untar.ac.idSeravin Janet Riadiseravin.406242065@stu.untar.ac.id<p>Distribusi lemak tubuh yang tidak seimbang, khususnya penumpukan lemak subkutan, berperan penting dalam risiko gangguan metabolik seperti dislipidemia dan penyakit kardiovaskular. Deteksi dini menggunakan pemeriksaan ketebalan lemak subkutan dengan skinfold caliper menjadi metode efektif, praktis, dan ekonomis untuk penilaian risiko tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada 87 peserta usia produktif di sekolah menegah pertama Kalam Kudus, Jakarta Barat, dengan pengukuran ketebalan lemak subkutan pada tiga titik utama: biceps, triceps, dan suprailiac. Selain skrining, peserta juga diberikan edukasi mengenai faktor risiko dan pencegahan dislipidemia melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur. Hasil skrining menunjukkan sebanyak 1 orang (1.15%), 5 orang (5.75%), dan 34 orang (39.08%) memiliki ketebalan lemak subkutan yang tinggi pada area biceps, triceps, dan suprailiac. Pemeriksaan ini efektif untuk mendeteksi risiko metabolik sejak dini. Edukasi berperan penting dalam meningkatkan kesadaran peserta terhadap gaya hidup sehat dan pencegahan komplikasi metabolik. Kegiatan ini berhasil mengidentifikasi risiko kesehatan dan meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan penyakit. Deteksi dini dan edukasi perlu dijadikan program rutin di komunitas guna meningkatkan kualitas hidup usia produktif</p>2025-07-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/90Deteksi Dini dan Edukasi Obesitas Sarkopenik pada Usia Lanjut2025-07-07T02:37:16+00:00Friscafrisca@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.idFarell Christian Gunaidifarell.12024001613@student.atmajaya.ac.idJuan Edbertjuan.405230059@stu.untar.ac.idPaulus Gegana Thery Dewantopaulus.405230175@stu.untar.ac.id<table width="612"> <tbody> <tr> <td width="420"> <p>Perubahan komposisi tubuh pada lansia, seperti penurunan massa otot dan peningkatan lemak tubuh, berdampak signifikan terhadap kesehatan dan kualitas hidup mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini obesitas sarkopenik pada lansia melalui pemeriksaan komposisi tubuh menggunakan metode Analisis Bioimpedansi (BIA) serta memberikan edukasi terkait pencegahan dan pengelolaan kondisi tersebut. Kegiatan dilaksanakan di Panti Werdha Hana, Babakan, Tangerang Selatan, dengan melibatkan 36 peserta yang terdiri atas 7 laki-laki dan 29 perempuan dengan rerata usia 76,52 tahun. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebanyak 28 orang (77,78%) memiliki total lemak tubuh sangat tinggi dan 8 orang (22,22%) tergolong tinggi, sementara 5 orang (13,89%) dan 8 orang (22,22%) memiliki lemak viseral sangat tinggi dan tinggi. Selain itu, sebanyak 34 orang (94,44%) tercatat memiliki massa otot yang rendah. Edukasi mengenai pola makan sehat dan aktivitas fisik diberikan setelah skrining, bertujuan untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup peserta. Kegiatan ini menegaskan pentingnya skrining komposisi tubuh secara rutin sebagai upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan lansia secara optimal.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2025-07-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/91Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Sarkopenia dengan Skrining Kekuatan Genggaman Tangan di Kelurahan Tanjung Duren2025-07-07T02:38:16+00:00JohanJohan@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.idFarell Christian Gunaidifarell.12024001613@student.atmajaya.ac.idHeri Yanto Putraheri.406242063@stu.untar.ac.idMuhammad Dzakwan Dwi Putramuhammad.406242090@stu.untar.ac.id<p>Sarkopenia merupakan kondisi degeneratif yang sering terjadi pada lansia, ditandai dengan penurunan massa dan kekuatan otot yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup dan kemampuan fungsional. Kehilangan massa otot terjadi secara bertahap sejak usia 30 tahun dan meningkat tajam setelah usia 65 tahun, memicu risiko disabilitas, penyakit kardiovaskular, hingga mortalitas. Deteksi dini sarkopenia melalui pengukuran kekuatan genggaman tangan (handgrip strength) dianggap metode efektif dan praktis karena bersifat non-invasif dan mudah dilakukan di lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan skrining kekuatan genggaman tangan pada populasi dewasa di Tanjung Duren guna mendeteksi potensi sarkopenia dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kekuatan otot. Metode yang digunakan adalah pendekatan Plan-Do-Check-Action (PDCA) yang bersifat berkelanjutan terhadap suatu proses atau kegiatan. Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Tanjung Duren, Jakarta Barat yang diikuti oleh 107 peserta. Hasil menunjukka bahwa sebanyak 27 peserta (25.23%) memiliki kekuatan genggaman tangan dibawah normal. Skrining kekuatan genggaman efektif dalam mendeteksi risiko sarkopenia, memungkinkan intervensi dini yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi di usia lanjut.</p>2025-07-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/85Peningkatan Pengetahuan Pencegahan, Pengendalian Penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus pada Masyarakat2025-07-08T04:25:23+00:00Madepan Muliamadepanmulia@poltekkes-tjk.ac.idHanny Mayangsarihannymayangsari@poltekkes-tjk.ac.id<p>Masalah kesehatan masyarakat di Indonesia semakin kompleks, Dimana penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus menjadi penyebab utama kematian. Kurangnya pemahaman keluarga tentang faktor risiko dan pencegahan penyakit tidak menular berkontribusi pada tingginya prevalensi penyakit ini. Untuk itu, diperlukan pendekatan edukasi berbasis keluarga guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular melalui pendekatan edukasi berbasis keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kebagusan, dengan melibatkan 30 keluarga sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan mengenai penyakit tidak menular yaitu hipertensi dan diabetes mellitus. Evaluasi dilakukan melalui <em>pretest</em> dan <em>posttest</em> untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 23% setelah mengikuti penyuluhan. Sebagian besar peserta menunjukkan perubahan positif dalam perilaku hidup sehat, seperti peningkatan aktivitas fisik dan perbaikan pola makan. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pencegahan penyakit tidak menular dan menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.</p>2025-07-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/84Pelatihan Keterampilan Menjaga Kebersihan Tangan Bagi Warga Panti Asuhan 2025-06-18T02:20:25+00:00Edita Revine Siahaanrevine_kirana@yahoo.comFitriyantifitri@gmail.com<table width="612"> <tbody> <tr> <td width="420"> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> </td> </tr> <tr> <td width="420"> <p>Perilaku Gaya Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan Panti sangat penting. Perilaku kesehatan yang baik juga mengurangi risiko penyakit. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak panti dalam cuci tangan 6 langkah. Kegiatan ini dilakukan tanggal 14 april 2025 jam 16.00 di Aula Panti Asuhan Kasih Nusantara. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak panti dengan nilai pre test 31.33 sebelum pemberian materi dan nilai setelah pemberian materi 78,33. Dari nilai tersebut terjadi peningkatan nilai rata-rata .Kesimpulan terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan 6 langkah cuci tangan pada anak di Panti Asuhan Kasih Nusantara.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2025-07-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/86Edukasi Deteksi Dini Stroke dengan Slogan “Segera Ke RS” untuk Pencegahan Stroke Pada Masyarakat di Padang Brahrang Langkat2025-07-08T02:48:04+00:00Maya Ardilla Siregarmayaardillasiregar@helvetia.ac.idPutri Purnama Sariputri@gmail.comHizrah Hanim LubisHizrah@gmail.com<p>Gejala stroke dapat muncul secara mendadak, dan penanganan medis yang cepat dalam waktu "golden period" (3–4,5 jam pertama) sangat menentukan keberhasilan terapi dan mencegah kecacatan permanen. Deteksi dini dapat membantu masyarakat dalam penanganan terhadap serangan stroke. Deteksi dini dengan slogan Segera Ke RS, Se: Senyum tidak simetris (wajah mencong), Ge: Gerak separuh tubuh melemah, Ra: Rasa bicara pelo atau sulit bicara, Ke RS: Segera ke Rumah Sakit. Tujuan dari kegiatan PKM adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini Stroke sebagai penanganan awal pada tanda stroke. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Padang Brahrang, dengan jumlah 62 orang. Kegiatan dilaksanakan dengan metode pemeriksaan tekanan darah dan edukasi kesehatan dengan menggunakan leaflet yang berisi defenisi stroke, penyebab stroke, deteksi stroke dengan slogan “segera ke RS” dan pencegahan stroke. Kegiatan dilaksanakan dengan baik dan meningkatkan pengetahuan peserta PKM.</p>2025-07-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/94Edukasi Kesehatan Mental dan Skrining DASS-42 dalam Deteksi Risiko Gangguan Kecemasan dan Stres Kronis pada Dewasa Muda2025-07-15T02:25:34+00:00Anastasia Ratnawati Biromoanastasiaratnawati@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.idEdwin Destraedwindestra.med@gmail.comKasvanakasvana.40522001-@stu.untar.ac.idSyilvia Cendy Enikesyilvia.405220031@stu.untar.ac.id<p>Gangguan kecemasan dan stres kronis pada dewasa muda dapat dideteksi melalui instrumen kuantitatif seperti Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42). Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi risiko gangguan psikologis dan memberikan edukasi visual mengenai hubungan antara physical inactivity dengan kesehatan mental. Pemeriksaan dilakukan terhadap 71 peserta menggunakan DASS-42, kemudian hasil dikelompokkan dan dilakukan sesi edukasi berbasis poster. Mayoritas peserta berada pada kategori normal, namun tetap ditemukan proporsi gejala ringan hingga sedang pada domain kecemasan dan depresi. Edukasi kelompok berdasarkan hasil skrining membantu peserta memahami status emosional mereka serta keterkaitannya dengan gaya hidup tidak aktif. Strategi ini dapat memperkuat upaya promotif dalam pencegahan gangguan psikologis melalui pendekatan edukatif berbasis data.</p>2025-07-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/93Skrining dan Edukasi Hipertensi pada Populasi Dewasa di Masyarakat2025-07-15T02:24:34+00:00Alfianto Martinalfiantom@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.idFarell Christian Gunaidifarell.12024001613@student.atmajaya.ac.idFladys Jashinta Mashadifladys.406242130@stu.untar.ac.idIvana Feliciaivana.406242160@stu.untar.ac.id<p>Hipertensi salah satu penyakit tidak menular utama yang sering tidak terdeteksi yang bisa menyebabkan komplikasi serius pada ginjal dan sistem kardiovaskular. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah disabilitas dan kematian akibat hipertensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan skrining tekanan darah pada 107 peserta usia dewasa di Kelurahan Tanjung Duren, Jakarta Barat. Pengukuran tekanan darah dilakukan oleh tim Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara menggunakan tensimeter digital. Hasil skrining menunjukkan bahwa 28.04% peserta mengalami hipertensi, 46.73% pre-hipertensi, dan 25.23% memiliki tekanan darah normal. Dari hasil skrining langsung dilakukan kelas edukasi pada peserta tentang faktor risiko hipertensi, pencegahan dengan pola hidup sehat, penerapan diet DASH dan aktivitas fisik rutin. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya deteksi dini dan pengelolaan hipertensi. Deteksi dini dan edukasi perlu dijadikan program rutin untuk mencegah komplikasi hipertensi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.</p>2025-07-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/95Skrining Kecanduan Media Sosial Tik Tok untuk Meningkatkan Literasi Digital dan Kontrol Diri Remaja2025-07-15T02:26:14+00:00Ernawati Ernawatiernawati@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.idFarell Christian Gunaidifarell.12024001613@student.atmajaya.ac.id<p>Perkembangan pesat teknologi digital telah membawa dampak besar terhadap perilaku remaja, khususnya dalam penggunaan media sosial seperti TikTok. Aplikasi ini memiliki potensi adiktif yang tinggi, terutama pada kelompok usia remaja yang sedang berada dalam masa transisi psikososial yang rentan terhadap pengaruh eksternal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeteksi dini tingkat kecanduan TikTok pada remaja melalui instrumen TikTok Addiction Scale (TTAS) yang telah tervalidasi. Kegiatan dilaksanakan di salah satu SMA di wilayah Tangerang Raya pada Juni 2025, dengan melibatkan 145 siswa sebagai responden. Instrumen TTAS yang digunakan terdiri dari 20 pertanyaan yang mencakup enam dimensi, yaitu salience, mood modification, tolerance, withdrawal symptoms, conflict, dan relapse. Pengisian dilakukan secara daring melalui Google Form, dan hasil dianalisis secara agregat tanpa mencantumkan identitas individu. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (54,5%) dengan usia rerata 15,6 tahun (SD = 0,53). Skor rerata TTAS total adalah 35,12 (SD = 12,86) dari rentang skor 20 hingga 72. Dimensi dengan skor tertinggi adalah tolerance (8,54), disusul mood modification (7,93), dan salience (6,21), yang menunjukkan bahwa sebagian besar remaja menunjukkan kecenderungan adiktif dalam penggunaan TikTok. Diperlukan intervensi edukatif dan preventif berbasis sekolah yang melibatkan pihak pendidik, orang tua, dan tenaga profesional untuk membentuk literasi digital dan kontrol diri yang lebih baik pada remaja.</p>2025-07-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/96Skrining Tingkat Kantuk Remaja dengan Karolinska Sleepiness Scale dan Stanford Sleepiness Scale 2025-07-15T02:26:44+00:00Noer Saelan Tadjudinnoers@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.idFarell Christian Gunaidifarell.12024001613@student.atmajaya.ac.idHaritsyah Hekmatyarharitsyah.405230148@stu.untar.ac.idMuhammad Fikri Dzakwanmuhammad.405230157@stu.untar.ac.id<p>Masalah rasa mengantuk pada pagi dan siang hari (daytime sleepiness) menjadi tantangan signifikan bagi pelajar usia remaja, terutama dalam kaitannya dengan prestasi akademik, kesehatan mental, dan fungsi kognitif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining tingkat kantuk pada siswa SMA di wilayah Citra Raya, Kabupaten Tangerang, menggunakan dua instrumen subjektif standar: Karolinska Sleepiness Scale (KSS) dan Stanford Sleepiness Scale (SSS). Sebanyak 145 siswa berpartisipasi dalam kegiatan ini melalui pengisian kuesioner daring, yang telah disesuaikan secara linguistik dan budaya. Skor rata-rata KSS yang diperoleh adalah 5,22 (SD 2,01), menunjukkan tingkat kantuk sedang. Sedangkan skor SSS rata-rata adalah 3,14 (SD 1,26), yang mencerminkan rasa kantuk ringan namun tetap fungsional. Temuan ini menegaskan bahwa sebagian besar siswa mengalami sleepiness pada pagi atau siang hari, diduga berkaitan dengan pola tidur yang tidak teratur, tekanan akademik, serta penggunaan gawai di malam hari. Hasil skrining ini menggarisbawahi pentingnya intervensi promotif dan preventif, seperti edukasi tidur sehat dan manajemen gaya hidup, sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup, kesehatan mental, dan performa akademik pelajar secara berkelanjutan.</p>2025-07-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/97Skrining Gizi pada Remaja Sekolah Menengah Atas2025-07-15T02:27:22+00:00Peter Ian Limaspeterl@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.idFarell Christian Gunaidifarell.12024001613@student.atmajaya.ac.idPaulus Gegana Thery Dewantopaulus.405230175@stu.untar.ac.idAnak Agung Ngurah Putrayoga Amerthaanak.405230199@stu.untar.ac.id<p>Masalah gizi pada remaja menjadi perhatian penting dalam kesehatan masyarakat, mengingat fase ini merupakan masa pertumbuhan pesat yang memerlukan asupan gizi optimal. Di sisi lain, perubahan pola makan, gaya hidup sedentari, serta kurangnya kesadaran akan kesehatan menyebabkan meningkatnya risiko gizi kurang, obesitas, dan penyakit tidak menular (PTM). Pengukuran antropometri sederhana seperti lingkar lengan atas (LILA), lingkar perut, lingkar panggul, dan rasio pinggang-pinggul (waist-to-hip ratio/WHR) menjadi metode efektif untuk deteksi dini status gizi dan risiko metabolik. Kegiatan dilaksanakan di SMA Tarakanita, Citra Raya, dengan melibatkan 144 siswa sebagai responden. Pengukuran dilakukan secara langsung oleh tim dengan alat pita pengukur. LILA diukur pada lengan nondominan, sedangkan lingkar perut dan panggul diukur sesuai standar WHO. WHR dihitung menggunakan rumus: lingkar pinggang dibagi lingkar panggul. Data dianalisis secara agregat tanpa mencantumkan identitas individu. Sebagian besar responden berusia 16 tahun (55,6%), diikuti usia 15 tahun (42,4%), dan 17 tahun (2,1%) dengan rerata 15,6 tahun. Sebanyak 54,2% adalah perempuan dan 45,8% laki-laki. Rerata LILA adalah 26,58 cm, dengan 4,9% responden memiliki LILA <22 cm. Rerata lingkar perut laki-laki lebih tinggi (83,08 cm) dibanding perempuan (69,52 cm), begitu pula WHR (0,88 vs 0,78), mendekati ambang risiko obesitas sentral. Skrining ini menunjukkan adanya risiko status gizi tidak seimbang pada sebagian remaja. Intervensi lanjutan berupa edukasi gizi, promosi gaya hidup aktif, dan pemantauan rutin sangat disarankan sebagai upaya preventif berbasis sekolah.</p>2025-07-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/98Optimalisasi Kesehatan Paru Lansia melalui Pemeriksaan Spirometri Portabel di Panti Werdha2025-07-15T02:28:05+00:00Paskalis Andrew Gunawanpaskalisg@fk.untar.ac.idAlexander Halim Santosoalexanders@fk.untar.ac.id<p>Penuaan adalah proses yang terus berjalan, dan penurunan fungsi paru sering tidak terdeteksi secara dini, apalagi lanjut usia yang tinggal di panti wredha. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining fungsi paru menggunakan spirometri portabel Minato pada lansia penghuni Panti Wredha Hana, guna mendeteksi gangguan ventilasi dan menyediakan data awal untuk intervensi kesehatan lanjut. Sebanyak 36 lansia berusia ?50 tahun diikutsertakan secara sukarela. Pemeriksaan fungsi paru mencakup pengukuran nilai <em>Vital Capacity</em> (VC), <em>Forced Vital Capacity</em> (FVC), <em>Forced Expiratory Volume in one second</em> (FEV1), dan rasio FEV1/FVC. Data dianalisis berdasarkan kriteria prediksi nilai normal sesuai usia dan jenis kelamin. Hasil menunjukkan 75% responden memiliki VC ?80%, 86,1% memiliki FVC ?80%, dan 69,4% memiliki FEV1 ?80%. Seluruh responden (100%) memiliki rasio FEV1/FVC ?70%, yang mengindikasikan tidak adanya pola obstruksi seperti pada PPOK. Namun, ditemukan 25% lansia dengan VC menurun dan 30,6% dengan FEV1 <80%. Skrining ini menunjukan bahwa fungsi paru sebagian besar lansia masih tergolong baik, namun terdapat kelompok dengan penurunan fungsi yang perlu mendapat perhatian. Temuan ini penting untuk perencanaan intervensi preventif seperti senam pernapasan dan monitoring kesehatan paru secara berkala. Skrining fungsi paru menggunakan spirometri Minato layak diterapkan sebagai program rutin di panti werdha guna mendukung deteksi dini dan peningkatan kualitas hidup lansia.</p>2025-07-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/92Edukasi Pentingnya Pola Makan DASH pada Penderita Hipertensi 2025-07-16T04:56:08+00:00Hizrah Hanim Lubisabsensiperkuliahan@gmail.comMaya Ardilla Siregarmayaardillasiregar@helvetia.ac.id<p>Hipertensi merupakan penyakit yang umum terjadi pada masyarakat, yang terkadang jarang untuk diperhatikan. Padahal tatalaksana utama dari hipetensi dalah pengontrolan tekanan darah untuk menekan terjadinya komplikasi. Salah satu cara pengontrolan hipertensi adalah dengan melakukan pola makan yang baik. Salah satunya adalah DASH. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa Padang Cermin yang menderita hipertensi berjumlah 24 orang. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah dengan melakukan pretest terlebih dahulu tentang pengetahuan masyarakat tentang pola makan hipertensi, kemudian memberikan sosialisasi melalui ceramah interaktif dan tanya jawab tentang pola makan DASH, dengan memberikan leaflet berisi materi edukasi pola makan pada penderita hipertensi, kemudian dilakukan kembali posttest kepada peserta tentang pengetahuan pola makan hipertensi. Hasil pengabdian kepada Masyarakat ini diperoleh peserta penyuluhan memahami tentang pola makan DASH pada penderita hipertensi dan mengikuti kegiatan dengan antusias dilihat dari respon peserta dalam menanggapi pemateri dan melakukan tanya jawab Kesimpulan : Kegiatan terlaksana dengan lancar dan baik, masyarakat mengikuti seluruh kegiatan dengan baik</p>2025-07-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/104Penguatan Kesadaran Kesehatan Masyarakat Melalui Skrining Gula Darah Dan Tekanan Darah2025-08-09T09:36:08+00:00Maesaroh Maesarohmaesaroh@binabangsa.ac.idYania FebsiFebsi.felycia@gmail.comEl Zenitia Villa Rinjanielzenitiavillarinjani@gmail.comJihan Alfirajihanalfira84@gmail.comNoorlinda Noorlindanoorlinda0590@gmail.comAndito Dwi Ranggaanditodwirangga@gmail.com<p>Pendahuluan: Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus dan hipertensi merupakan penyebab utama kematian di Indonesia. Rendahnya kesadaran masyarakat ter-hadap deteksi dini menjadi tantangan besar dalam upaya pencegahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan melalui skrining gula darah dan tekanan darah di Kelurahan Warung Jaud, Kota Serang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dan pembagian leaf-let, serta pemeriksaan gula darah sewaktu dan tekanan darah terhadap 47 peserta. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 27,7% peserta berada dalam kategori pra-diabetes dan 6,4% diabetes. Sementara itu, 53,8% peserta mengalami hipertensi. Setelah skrining, peserta mendapat edukasi tentang gaya hidup sehat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.Kesimpulan: Kegiatan ini menunjukkan efektivitas pendekatan berbasis komunitas dalam meningkatkan literasi kesehatan dan pentingnya pemeriksaan rutin sebagai bagian dari pencegahan PTM. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.</p>2025-08-12T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delimahttps://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/108Pembuatan Desain Benner dan Pojok Baca Edukatif Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Literasi Anak Usia Dini 2025-08-13T05:33:46+00:00Lusi AprizaLusyapriza@gmail.comWinda AlfitriWindaalfitri96@gmail.comFebrianaFebrianabta27@gmail.comYuliantini Eka PutriYuliantini6773@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Upaya pengenalan literasi untuk anak usia dini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan membaca dan menulis, peningkatan kemampuan berkomunikasi, mengekspresikan diri, memahami informasi dari berbagai sumber juga menjadi perhatian. Orang tua dan pendidik harus bijaksana untuk memastikan literasi yang digunakan oleh anak berefek sehat dan penuh manfaat. Ketersediaan fasilitas baca yang ramah anak menjadi salah satu faktor rendahnya minat baca di satu lembaga PAUD Desa Rantau Kumpai <em>kecamatan </em><em>S</em><em>osoh </em><em>B</em><em>uay </em><em>R</em><em>ayap kabupaten </em><em>O</em><em>gan </em><em>K</em><em>omering </em><em>U</em><em>lu</em>. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Ini bertujuan meningkatkan minat literasi sehat untuk anak usia dini melalui pengembangan desain banner dan pojok baca pada PAUD Bahrul Ilmi. <strong>Metode</strong><strong>:</strong> yang digunakan adalah pendekatan partisipatif edukatif, dengan melibatkan guru, orang tua, dan pihak desa secara langsung dalam proses identifikasi masalah, perancangan, implementasi, dan evaluasi program. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam frekuensi anak mengunjungi pojok baca dan keterlibatan guru serta orang tua dalam mendampingi proses literasi. Pojok baca yang dilengkapi rak mini, karpet, bantal karakter, serta banner visual mampu menarik perhatian anak dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan wawancara, yang menunjukkan perubahan positif dalam kebiasaan membaca anak. <strong>Kesimpulan</strong><strong>:</strong> Perlunya inovasi untuk menarik perhatian peserta didik dan orang tua pada peningkatan kegiatan literasi berupa pembuatan pojok baca dan media visual sederhana dapat menjadi solusi strategis dalam membangun budaya literasi yang sehat sejak usia dini di lingkungan PAUD pedesaan.</p>2025-08-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima