Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima
https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd
<table class="data table" width="100%"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Journal title</strong></td> <td width="40"><strong><strong>:</strong></strong>Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima<strong><br /></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Initials</strong></td> <td width="40"><strong>:</strong> JPMBD</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Editor in Chief<br /></strong></td> <td width="40"><strong>: </strong>Agus Waluyo</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Frequency</strong></td> <td width="40">: 2 Issues every year (February, August)</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>ISSN (online)<br /></strong></td> <td width="40">: <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2985-668X">2985-668X</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Publisher</strong></td> <td width="40"><strong>: Akademi Keperawatan Bunda Delima</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"><strong>Indexing<br /></strong></td> <td width="40">: <a href="https://onesearch.id/Repositories/Repository?search=bunda+delima">OneSearch</a>| <a href="https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Pengabdian+Masyarakat+bunda+delima+&btnG=" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a> | <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/29822" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a> | <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&search_text=jurnal%20pengabdian%20masyarakat%20bunda%20delima&search_type=kws&search_field=full_search&and_facet_source_title=jour.1405226" target="_blank" rel="noopener">Dimensions</a></td> </tr> </tbody> </table> <p><strong>Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima </strong>adalah jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung Jurnal ini berisi tentang kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat pada bidang kesehatan masyarakat, keperawatan, dan profesi kesehatan lainnya.</p> <p>Jurnal yang dikirimkan dapat ditulis dengan menggunakan bahasa indonesia dengan abstrak berbahasa inggris serta melalui proses review untuk penerbitan jurnal.</p> <p><strong>Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima </strong>awal terbit pada Agustus 2022 dengan periode penerbitan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus.</p> <ul> <li><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2985-7058"><strong>p-ISSN: 2985-7058</strong></a></li> <li><a href="https://portal.issn.org/api/search?search[]=MUST=allissnbis=%222985-668X%22&search_id=26772287"><strong>e-ISSN: 2985-668X</strong></a></li> <li>Distribution: Akses Terbuka</li> <li>Frequency: Februari, Agustus</li> </ul> <div class="row"> <div class="col-md-6"><a class="btn btn-primary col-md-12" href="https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/Author_Deadline"><em class="fa fa-user"> </em> Author Guidelines</a></div> <div class="col-md-6"><a class="btn btn-success col-md-12" href="https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/submission"><em class="fa fa-share"> </em> Submit Paper Now!</a></div> <div class="col-md-6"> </div> <div class="col-md-6"> </div> <div class="col-md-6"> </div> </div>Akademi Keperawatan Bunda Delimaid-IDJurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima2985-7058Solusi Mengolah Sampah Organik Menjadi Produk Eco Enzim, Deseminasi di Desa Kalisube
https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/110
<p>Pendahuluan: Melimpahnya produksi sampah organik dimasyarakat desa Kalisube kecamatan Banyumas, kabupaten Banyumas memunculkan ide mahasiswa untuk mengolah sampah organik menjadi limbah yang berharga dalam bentuk eco enzyme. Eco-enzyme adalah cairan yang dihasilkan melalui fermentasi sisa sayuran dan buah dengan campuran gula serta air, dan memiliki berbagai manfaat, antara lain sebagai pembersih alami, pupuk, dan pestisida organik. Tujuan kegiatan ini adalah (1) membekali ibu-ibu kader PKK dengan keterampilan mengolah sampah organik menjadi produk yang berguna, dan (2) meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan.</p> <p>Metode: Program Kuliah Kerja Nyata mahasiswa Universitas Jendral Soedirman dibulan Agustus tahun 2025 melaksanakan deseminasi pembuatan eco-enzyme sebagai solusi pengelolaan limbah organik rumah tangga yang ramah lingkungan. Pelaksanaan kegiatan meliputi pemaparan materi, pemberian contoh produk, serta diskusi interaktif.</p> <p>Hasil: Pelaksanaan kegiatan memperlihatkan respons positif dan peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep, manfaat, dan proses pembuatan eco-enzyme. Kesimpulan: Produk eco enzyme diharapkan mampu menekan jumlah sampah organik, memberikan nilai ekonomi tambahan, serta mendorong kemandirian dan kepedulian lingkungan masyarakat Desa Kalisube.</p>Hanim Rahayuani RatnaningsihMei Arya DhamaYumnadiya HaikalSalma Anggun KharismaAmira Shaliha ZahraRajwaAgung Bagaskoro DwiputroMohammad Gibran Rifa’INasywa IkhnatonSteve Vincent Theodore SilitongaVallen Sativa ZabrinaRevita YulianaShela Adinda
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima
2026-02-032026-02-035111110.59030/jpmbd.v5i1.110Skrining Tekanan Darah Berbasis Komunitas sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Jantung Koroner di Kota Bambu, Jakarta Barat
https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/112
<p>Pendahuluan: Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab kematian utama di dunia dengan hipertensi sebagai faktor risiko penting. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini menghambat pencegahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan mendukung deteksi dini hipertensi di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat.</p> <p>Metode: Pada kegiatan ini digunakan pendekatan <em>Plan-Do-Check-Act</em> (PDCA). Tahap <em>Plan</em> dilakukan melalui koordinasi dengan kader dan penyusunan materi edukasi. Tahap <em>Do</em> berupa penyuluhan interaktif mengenai pencegahan PJK dan pemeriksaan tekanan darah dengan tensimeter digital. Tahap <em>Check</em> mencakup analisis hasil pemeriksaan serta evaluasi pemahaman melalui pre-test dan post-test. Tahap <em>Action</em> dilakukan dengan rujukan ke fasilitas kesehatan bagi peserta yang teridentifikasi hipertensi.</p> <p>Hasil: Kegiatan melibatkan 168 peserta dengan rata-rata usia 49,1 tahun. Berdasarkan klasifikasi ACC/AHA 2025, 46,4% berada pada kategori normal, sementara hipertensi <em>grade</em> I dan II masing-masing 26,2% dan 22,6%.</p> <p>Diskusi: Proporsi hipertensi yang cukup tinggi, sejalan dengan pola risiko di masyarakat perkotaan akibat gaya hidup sedentari, konsumsi garam berlebih, dan kurangnya aktivitas fisik. Hal ini menegaskan pentingnya deteksi dini, edukasi pola hidup sehat, dan integrasi skrining rutin ke dalam layanan kesehatan primer</p> <p>Kesimpulan: Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan PJK serta menemukan kasus hipertensi yang memerlukan tindak lanjut, sehingga skrining komunitas layak diteruskan secara berkesinambungan.</p>Andria PriyanaAlexander SantosoDaniel GohMuhammad Fikri DzakwanRifandra Rifqi Adi Hendrianto
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima
2026-02-032026-02-0351122110.59030/jpmbd.v5i1.112Edukasi dan Skrining Status Gizi melalui Pengukuran IMT dan Komposisi Tubuh di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat
https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/113
<p>Pendahuluan: Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan berhubungan dengan risiko penyakit metabolik serta kardiovaskular. Di Indonesia, prevalensi obesitas pada orang dewasa mengalami peningkatan signifikan, terutama di wilayah perkotaan dengan gaya hidup sedentari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai status gizi dan kesehatan metabolik melalui edukasi serta pemeriksaan komposisi tubuh.</p> <p>Metode: Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat pada Juni 2025 dengan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA), melibatkan 168 peserta. Pemeriksaan dilakukan menggunakan timbangan digital berbasis bioelectrical impedance analysis (BIA) untuk mengukur indeks massa tubuh (IMT), lemak tubuh, lemak viseral, restiung metabolic rate dan usia metabolisme.</p> <p>Hasil: Hasil menunjukkan rata-rata IMT 26,74 kg/m², lemak tubuh 31,46%, lemak viseral 11,46%, RMR 1426.01 kkal dan usia metabolisme 53,42 tahun, lebih tinggi dibandingkan usia kronologis. Sebagian besar peserta termasuk kategori obesitas (62,5%).</p> <p>Diskusi: Penelitian ini menekankan bahwa obesitas tidak hanya dapat dinilai dari IMT, tetapi juga dari parameter metabolik yang lebih komprehensif. Edukasi, skrining, dan intervensi berkelanjutan diperlukan untuk mencegah dampak jangka panjang obesitas.</p> <p>Kesimpulan: Kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai status gizi dan risiko metabolik, sekaligus menegaskan pentingnya upaya preventif di komunitas perkotaan.</p>Daniel RuslimAlexander SantosoDaniel GohMuhammad Fikri DzakwanRifandra Rifqi Adi Hendrianto
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima
2026-02-032026-02-0351223110.59030/jpmbd.v5i1.113Skrining dan Edukasi Status Gizi melalui Pengukuran Lingkar Tubuh dan Lemak Subkutis di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat
https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/114
<p>Pendahuluan: Status gizi merupakan faktor penting dalam menentukan kesehatan masyarakat karena berhubungan erat dengan risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular. Namun, penilaian status gizi sering kali hanya terbatas pada indeks massa tubuh (IMT), padahal distribusi lemak tubuh juga berperan besar dalam menentukan risiko kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran sekaligus melakukan skrining status gizi melalui pengukuran antropometri sederhana.</p> <p>Metode: Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2025 di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat, dengan melibatkan 168 peserta dari berbagai kelompok usia. Kegiatan ini menggunakan pendekatan <em>Plan-Do-Check-Act</em> (PDCA) yang mencakup edukasi kesehatan, pemeriksaan lingkar tubuh (perut, panggul, leher, lengan atas, dan betis), serta pengukuran tebal lemak bawah kulit menggunakan kaliper pada delapan titik tubuh.</p> <p>Hasil: Berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan rata-rata lingkar perut 89,21 cm, panggul 98,93 cm, dan rasio pinggang-panggul 0,90, dengan variasi ketebalan lemak subkutis pada biseps, trisep, suprailiaka, dan skapula. Histogram distribusi memperlihatkan pola lingkar tubuh yang relatif normal, namun tebal lemak bawah kulit menunjukkan sebaran lebih lebar dengan outlier pada nilai tinggi.</p> <p>Kesimpulan: Temuan ini menegaskan pentingnya pengukuran antropometri menyeluruh sebagai langkah deteksi dini risiko metabolik. Skrining berbasis antropometri sederhana dapat diintegrasikan dalam program komunitas sebagai upaya preventif sekaligus mendorong penerapan pola hidup sehat.</p>Peter Ian LimasAlexander SantosoDaniel GohRyan Daffano Putra MahendriAndrew Philo
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima
2026-02-032026-02-0351324310.59030/jpmbd.v5i1.114Skrining dan Edukasi Depresi, Kecemasan dan Stres (DASS-42) pada Masyarakat Kota Bambu
https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/115
<p>Pendahuluan: Kesehatan mental merupakan bagian penting dalam kesejahteraan individu, namun kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini gangguan mental masih rendah dan stigma terhadap gangguan mental tinggi. Kota Bambu sebagai wilayah perkotaan memiliki risiko paparan terhadap tantangan lingkungan, sosial, dan ekonomi yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan mental. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan melakukan penapisan/skrining depresi, kecemasan,dan stres menggunakan instrumen <em>Depression Anxiety Stress Scale</em>-42 (DASS-42) dan edukasi. Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2025 dengan melibatkan 168 peserta dari berbagai kelompok usia.</p> <p>Metode yang digunakan berupa pendekatan <em>Plan-Do-Check-Act</em> <em>(PDCA) </em>yang mencakup perencanaan, edukasi interaktif, skrining, analisis hasil, hingga tindak lanjut.</p> <p>Hasil skrining menunjukkan masih ada 16,1% peserta dengan kecemasan sedang dan 3% peserta dengan kecemasan sangat berat. Proporsi kecil depresi dan stres juga ditemukan pada berbagai tingkat keparahan.</p> <p>Kesimpulan: Dari hasil ini menggambarkan bahwa kecemasan masih ditemukan pada populasi perkotaan. Depresi dan stres juga tetap harus menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Edukasi terbukti dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, sementara DASS-42 efektif sebagai instrumen deteksi dini. Implikasi kegiatan ini adalah perlunya skrining rutin, edukasi berkelanjutan, dan potensi integrasi dengan program Puskesmas.</p>Anastasia Ratnawati BiromoAlexander Halim SantosoDaniel GohGracienneDiana DinaliDisya Gwyneth Aziel
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima
2026-02-032026-02-0351445310.59030/jpmbd.v5i1.115Peningkatan Kesadaran Kesehatan Fisik melalui Skrining dan Edukasi Kekuatan Genggaman Tangan di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat
https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/116
<p>Pendahuluan: Kesehatan fisik merupakan aspek penting dalam menunjang kualitas hidup, salah satu indikator sederhana yang dapat digunakan adalah kekuatan genggaman tangan. Pengukuran ini tidak hanya mencerminkan fungsi otot lokal, tetapi juga berkaitan dengan kondisi fungsional tubuh secara keseluruhan serta risiko gangguan metabolik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan fisik sekaligus melakukan skrining kekuatan genggaman tangan pada masyarakat dewasa di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat.</p> <p>Metode: Kegiatan dilaksanakan pada Juni 2025 dengan melibatkan 168 peserta yang bersedia mengikuti pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan. Metode menggunakan pendekatan <em>Plan-Do-Check-Act</em> (PDCA), mencakup edukasi kesehatan, pemeriksaan genggaman tangan menggunakan dynamometer digital pada tangan kanan dan kiri, serta konseling singkat terkait hasil pengukuran.</p> <p>Hasil: Data pemeriksaan menunjukkan rata-rata kekuatan genggaman tangan kanan 25,28 kg dan tangan kiri 22,25 kg, dengan sebaran yang cukup bervariasi. Distribusi histogram memperlihatkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kisaran nilai menengah, meskipun terdapat beberapa nilai ekstrem terutama pada tangan kanan.</p> <p>Kesimpulan: Hasil pemeriksaan ini menegaskan bahwa pemeriksaan genggaman tangan dapat menjadi alat skrining sederhana namun bermakna untuk mendeteksi variasi kapasitas otot dalam masyarakat. Integrasi edukasi dan pengukuran genggaman tangan di tingkat komunitas berpotensi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kekuatan otot, sekaligus mendorong penerapan pola hidup aktif untuk mencegah penurunan fungsi fisik di masa depan.</p>Alexander Halim SantosoDaneil GohValentino Gilbert LumintangAnak Agung Ngurah Putrayoga Amertha
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima
2026-02-032026-02-0351546410.59030/jpmbd.v5i1.116Skrining dan Edukasi Kesehatan Metabolik melalui Pemeriksaan Profil Lipid pada Masyarakat Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat
https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/117
<p>Introduction: Lipid profile is an essential parameter in assessing metabolic health and cardiovascular risk. Total cholesterol, high-density lipoprotein (HDL), and low-density lipoprotein (LDL) are the main components used to evaluate lipid metabolism balance, which is often disrupted in urban populations. This community service activity aimed to increase public awareness of metabolic health through education and simple screening of lipid profiles.</p> <p>Method: The program was conducted in Kelurahan Kota Bambu, West Jakarta, in June 2025, involving 168 participants across various age groups. Lipid profile measurements were performed using the Nesco BL-101 5in1 Lipid Panel Monitoring System, and interactive educational sessions were provided to promote healthy diet and dyslipidemia prevention.</p> <p>Results: The results showed that the average total cholesterol level was 208.24 mg/dL, HDL was 51.15 mg/dL, and LDL was 122.11 mg/dL. Classification revealed that most participants had high total cholesterol and LDL levels, while the majority of HDL levels were within the low category. These findings highlight a significant cardiovascular risk among urban communities.</p> <p>Conclusion: This activity emphasizes that simple lipid profile screening can serve as an effective early detection tool while simultaneously providing a basis for targeted education to prevent cardiovascular disease.</p>Triyana SariAlexander Halim SantosoDaniel GohFidelia AlviantoSyilvia Cendy Enike
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima
2026-02-032026-02-0351657510.59030/jpmbd.v5i1.117Peningkatan Kesadaran Mengenai Anemia melalui Edukasi dan Skrining Hemoglobin serta Hematokrit di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta
https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/118
<p>Pendahuluan: Anemia merupakan masalah kesehatan global yang berdampak pada kualitas hidup, produktivitas, serta risiko morbiditas dan mortalitas. Pemeriksaan hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Ht) merupakan metode sederhana yang dapat digunakan untuk deteksi dini anemia di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap anemia sekaligus memperoleh gambaran status hematologi masyarakat perkotaan.</p> <p>Metode: Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat, pada bulan Juni 2025, dengan melibatkan 168 peserta. Pelaksanaan menggunakan pendekatan <em>Plan–Do–Check–Act</em> (PDCA), meliputi edukasi mengenai anemia dan pemeriksaan Hb serta Ht melalui analisis laboratorium.</p> <p>Hasil: Hasil pemeriksaan menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin sebesar 11,2 g/dL dan hematokrit 32,8%, dengan distribusi nilai yang cukup luas. Berdasarkan klasifikasi, sebagian besar peserta termasuk dalam kategori anemia, sementara sisanya berada dalam kategori normal. Temuan ini menegaskan bahwa anemia merupakan masalah nyata di masyarakat perkotaan yang perlu mendapat perhatian khusus.</p> <p>Kesimpulan: Pemeriksaan Hb dan Ht sederhana dapat menjadi sarana efektif dalam skrining komunitas untuk mendeteksi kelompok berisiko, sekaligus menjadi dasar intervensi promotif dan preventif yang lebih terarah.</p>Fadil HidayatAlexander Halim SantosoDaniel GohBobby Marshel Ancheloti WaltoniLinginda Soebrata
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima
2026-02-032026-02-0351768510.59030/jpmbd.v5i1.118Optimalisasi Kesehatan Kulit melalui Edukasi dan Deteksi Dini Gula Darah Sewaktu, HbA1c, dan Hidrasi Kulit di Kota Bambu, Jakarta
https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/119
<p>Pendahuluan: Kesehatan metabolik memiliki kaitan erat dengan kondisi kulit, khususnya melalui pengaruh kadar gula darah sewaktu (GDS) dan hemoglobin A1c (HbA1c) terhadap hidrasi kulit. Gangguan metabolik kronis, seperti hiperglikemia, dapat mempercepat proses kerusakan kolagen dan elastin sehingga berdampak pada penurunan kelembapan serta fungsi protektif kulit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya deteksi dini gangguan metabolik dan kaitannya dengan kesehatan kulit.</p> <p>Metode: Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat, pada bulan Juni 2025 dengan melibatkan 168 peserta dari berbagai kelompok usia. Edukasi interaktif diberikan terkait manajemen gula darah dan perawatan kulit, dilanjutkan dengan pemeriksaan GDS menggunakan glucometer portabel, HbA1c melalui analisis laboratorium, serta hidrasi kulit dengan hidrometer digital.</p> <p>Hasil: Hasil pemeriksaan menunjukkan rata-rata GDS sebesar 98,29 mg/dL dan HbA1c 4,58%, keduanya masih dalam kategori normal pada sebagian besar peserta. Sementara itu, rata-rata hidrasi kulit adalah 58,71%, dengan distribusi terbanyak pada kategori lembab dan sedikit lembab. Temuan ini menunjukkan bahwa kontrol metabolik yang baik berhubungan dengan kondisi hidrasi kulit yang relatif terjaga.</p> <p>Kegiatan ini menegaskan pentingnya skrining terpadu yang menghubungkan aspek metabolik dengan kesehatan kulit. Kesimpulan: Upaya promotif dan preventif melalui edukasi, pemeriksaan sederhana, serta tindak lanjut berbasis komunitas diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat perkotaan</p> <p> </p>Novia YudhitiaraAlexander Halim SantosoDaniel GohFiqi Afrizal BachriKenzie Rafif Ramadhani
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima
2026-02-032026-02-0351869610.59030/jpmbd.v5i1.119Optimalisasi Kesadaran Masyarakat melalui Edukasi dan Skrining Serum Kreatinin serta eLFG di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta
https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/120
<p>Pendahuluan: Fungsi ginjal memiliki peran vital dalam menjaga homeostasis tubuh, sehingga deteksi dini gangguan ginjal menjadi langkah penting sebagai upaya preventif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan ginjal melalui edukasi serta pemeriksaan serum kreatinin dan estimasi laju filtrasi glomerulus (eLFG).</p> <p>Metode: Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat, pada bulan Juni 2025 dengan melibatkan 168 peserta dari berbagai kelompok usia. Pemeriksaan dilakukan melalui pengambilan sampel darah vena untuk analisis kreatinin, kemudian hasilnya digunakan untuk menghitung eLFG dengan rumus CKD-EPI.</p> <p>Hasil: Hasil menunjukkan nilai rata-rata kadar kreatinin adalah 0,93 mg/dL dan nilai eLFG rata-rata sebesar 99,26 mL/min/1,73m². Mayoritas peserta berada dalam kategori normal, namun sebagian kecil menunjukkan penurunan fungsi ginjal derajat ringan.</p> <p>Kesimpulan: Kegiatan ini menegaskan pentingnya pemeriksaan skrining sederhana di tingkat komunitas untuk mendeteksi individu berisiko sejak dini. Pendekatan berbasis komunitas memungkinkan intervensi promotif dan preventif dilakukan lebih cepat guna menurunkan risiko penyakit ginjal kronis di wilayah perkotaan</p>FriscaAlexander Halim SantosoDaniel GohBrandon Alexander SetiadyLouis Anthony
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima
2026-02-032026-02-03519710710.59030/jpmbd.v5i1.120Edukasi dan Skrining Kadar SGOT dan SGPT sebagai Deteksi Dini Gangguan Fungsi Hati di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta
https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/121
<p>Pendahuluan: Gangguan fungsi hati merupakan masalah kesehatan yang sering tidak disadari sejak awal karena gejalanya muncul secara perlahan. Pemeriksaan enzim hati, terutama Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT), menjadi metode sederhana yang dapat memberikan gambaran awal kondisi hati. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan hati melalui edukasi dan pemeriksaan kadar SGOT serta SGPT.</p> <p>Metode: Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat, pada Juni 2025 dengan melibatkan 168 peserta yang mengikuti penyuluhan interaktif dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan dilakukan melalui pengambilan darah vena kemudian dianalisis di laboratorium untuk menilai kadar SGOT dan SGPT.</p> <p>Hasil: Hasil menunjukkan rata-rata kadar SGOT sebesar 21,50 U/L dan SGPT 22,75 U/L, dengan distribusi nilai terkonsentrasi pada rentang 15–25 U/L. Mayoritas peserta memiliki hasil dalam batas normal, meskipun terdapat variasi individu dengan nilai mendekati batas atas yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.</p> <p>Kesimpulan: Temuan ini menegaskan bahwa pemeriksaan enzim hati sederhana efektif digunakan untuk deteksi dini gangguan hati di masyarakat. Dengan integrasi edukasi mengenai pola hidup sehat, langkah promotif dan preventif dapat dijalankan untuk menekan risiko penyakit hati kronis dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.</p>Yonathan Adi PurnomoAlexander Halim SantosoDaniel GohKresna Bambang FajarivaldiMuhammad Rifat Umar Alwini
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima
2026-02-032026-02-035110811910.59030/jpmbd.v5i1.121Edukasi dan Skrining Kesehatan melalui Pemeriksaan Asam Urat dan Kekuatan Genggaman Tangan pada Masyarakat Dewasa di Jelambar
https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/124
<p>Pendahuluan: Hiperurisemia dan sarkopenia merupakan dua kondisi metabolik dan muskuloskeletal yang prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia dan perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan. Kondisi ini sering kali tidak terdeteksi pada tahap awal karena kurangnya pemeriksaan rutin di tingkat layanan primer. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan melakukan deteksi dini terhadap risiko hiperurisemia dan sarkopenia melalui pemeriksaan kadar asam urat dan kekuatan genggaman tangan <em>(handgrip strength, HGS)</em> pada masyarakat dewasa di Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat. Metode kegiatan meliputi edukasi kesehatan, pemeriksaan asam urat kapiler menggunakan alat digital, dan pengukuran HGS dengan <em>hand dynamometer</em> sesuai prosedur standar. Sebanyak 46 partisipan berusia 20–63 tahun berpartisipasi secara sukarela.</p> <p>Hasil menunjukkan rerata kadar asam urat sebesar 6,56 ± 1,83 mg/dL dengan proporsi hiperurisemia 50%, sedangkan rerata kekuatan genggaman tangan 24,49 ± 8,55 kg dengan 30,4% peserta menunjukkan indikasi penurunan kekuatan otot. Data ini menegaskan adanya kecenderungan gangguan metabolik dan muskuloskeletal pada populasi usia produktif.</p> <p>Kesimpulan: Pelaksanaan skrining sederhana ini terbukti efektif dan mudah diaplikasikan di komunitas serta meningkatkan literasi kesehatan mengenai gaya hidup aktif, hidrasi, dan konsumsi protein adekuat. Integrasi pemeriksaan asam urat dan HGS dapat menjadi model promotif–preventif untuk pencegahan hiperurisemia dan sarkopenia di tingkat layanan primer.</p>Sukmawati Tansil TanAlexander Halim SantosoBryan Anna WijayaFidelia AlviantoAditya Pratama
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima
2026-02-032026-02-035112013210.59030/jpmbd.v5i1.124Skrining Kesehatan Mental Berbasis DASS-Y sebagai Upaya Promotif–Preventif pada Anak Sekolah di Jakarta Barat
https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/125
<p>Pendahuluan: Kesehatan mental remaja merupakan isu penting kesehatan masyarakat yang membutuhkan deteksi dini dan intervensi preventif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining gejala depresi, ansietas, dan stres pada siswa sekolah menggunakan <em>Depression Anxiety Stress Scale–Youth (DASS-Y)</em> serta meningkatkan literasi kesehatan mental di lingkungan pendidikan. Kegiatan dilaksanakan di Sekolah Mutiara Bangsa 3, Jakarta Barat, melibatkan 306 siswa usia 11–18 tahun.</p> <p>Metode: pendekatan <em>Plan–Do–Check–Action (PDCA).</em> Tahap <em>plan </em>meliputi koordinasi lintas sektor, sosialisasi, dan persiapan instrumen. Tahap <em>do </em>mencakup pelaksanaan skrining DASS-Y dan edukasi mengenai regulasi emosi, manajemen stres, serta gaya hidup mental sehat. Tahap <em>check </em>dilakukan melalui skoring dan kategorisasi hasil, sementara tahap <em>action </em>berupa konseling singkat dan rekomendasi rujukan bagi partisipan dengan skor sedang hingga berat.</p> <p>Hasil menunjukkan tingginya proporsi gejala emosional pada peserta. Sebanyak 73,5% siswa mengalami stres ringan hingga sangat berat; 100% siswa memiliki tingkat ansietas mulai dari ringan hingga sangat berat; dan seluruh siswa menunjukkan gejala depresi dengan derajat bervariasi. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan urgensi skrining berkala di lingkungan sekolah sebagai upaya promotif–preventif. Program ini juga meningkatkan pemahaman siswa dan guru mengenai kesehatan mental. DASS-Y terbukti praktis, mudah diterapkan, dan relevan sebagai alat skrining berbasis sekolah. Implementasi berkelanjutan serta kolaborasi dengan fasilitas kesehatan diharapkan dapat memperkuat dukungan psikososial remaja dan mencegah konsekuensi jangka panjang gangguan kesehatan mental.</p>Naomi Esthernita Fauzia DewantoAlexander Halim SantosoBryan Anna WijayaDiana DinaliDisya Gwyneth Aziel
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima
2026-02-032026-02-035113314410.59030/jpmbd.v5i1.125Peningkatan Kesadaran Kesehatan Kulit melalui Edukasi dan Pemeriksaan Hidrasi Kulit pada Penduduk di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta
https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/126
<p>Pendahuluan: Kesehatan kulit merupakan salah satu indikator penting yang mencerminkan keseimbangan antara faktor internal dan eksternal. Hidrasi, kadar minyak, dan kadar air kulit merupakan parameter utama yang menentukan elastisitas, fungsi protektif, serta penampilan kulit. Namun, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kondisi kulit secara komprehensif masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan kulit sekaligus melakukan skrining sederhana pada masyarakat perkotaan.</p> <p>Metode: Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kota Bambu, Jakarta Barat, pada Juni 2025 dengan melibatkan 168 peserta dari berbagai kelompok usia. Pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) yang digunakan mencakup edukasi interaktif mengenai kesehatan kulit serta pemeriksaan menggunakan <em>skin analyzer</em> digital untuk kadar air dan minyak, dan hidrometer kulit untuk menilai hidrasi.</p> <p>Hasil: Pemeriksaan menunjukkan rata-rata hidrasi kulit 58,71%, kadar air 69,08%, dan kadar minyak 32,50%, dengan variasi yang cukup luas antar individu. Hasil penelitian memperlihatkan mayoritas subjek berada pada kategori kulit normal, meskipun masih terdapat kelompok dengan kulit kering dan berminyak. Hal ini mengindikasikan adanya kebutuhan akan edukasi perawatan yang lebih terarah dan menyeluruh.</p> <p>Kesimpulan: Pemeriksaan sederhana terhadap hidrasi dan komposisi kulit dapat menjadi alat skrining komunitas yang efektif. Selain memberikan gambaran kondisi kulit masyarakat, kegiatan ini juga berperan dalam mendorong kesadaran dan perubahan perilaku menuju pola hidup sehat serta perawatan kulit yang tepat.</p>Catharina Sagita MoniagaAlexander Halim SantosoBryan Anna Wijaya
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima
2026-02-032026-02-035114515510.59030/jpmbd.v5i1.126Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Pemenuhan Gizi pada Remaja di Posyandu Taman Sari Wilayah Kerja Puskesmas Pulomerak
https://jpenmas.bundadelima.ac.id/index.php/jpmbd/article/view/132
<p>Latar Belakang: Kesehatan reproduksi dan pemenuhan nutrisi bagi remaja sangat penting untuk mendukung proses pertumbumbuhan dan perkembangan. Salah satunya perubahan secara fisik yang terjadi adalah kemampuan untuk mengahadapi proses reproduksi. Peru-bahan tersebut mempengaruhi kebutuhan gizi, Selain itu remaja harus mengetahui pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi. namun kurangnya pengetahuan remaja terkait menjaga kesehatan reproduksi dan pemenuhan nutrisi yang dapat mencegah masalah yang terkait sistem reproduksinya. Sehingga perlu dilakukannya edukasi mengenai Kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi pada remaja. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pemahaman dan peningkatan pengetahuan remaja. Dengan pemahaman yang baik, remaja diharapkan dapat menerapkan pola makan yang sehat dan menjaga kesehatan reproduksi. Metode: Edukasi dilakukan melalui penyuluhan, media cetak/leaflet, dan diskusi interaktif. Hasil dari kegiatan edukasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja terhadap Kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi pada remaja. Sasarannya adalah remaja yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pulomerak yang berjumlah 20 orang.Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan pada kategori baik nilai pre test sebanyak 35,1% peserta, nilai post test kategori baik menjadi 52%.Kesimpulan: Edukasi tentang kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi pada remaja sangat diperlukan dalam rangka peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku sehat remaja.</p>Maesaroh MaesarohLarasati Mallino AzzahraMutiara Ayu Fauji NingsihAde Rahayu PrihartiniLani NurlitaRetno KumalasariHana Nurul KhaeriyahCici Nurul FauziahSiti IsnaeniRini SetiawatiFebrina NugrahiniSri WahyuniAmalia Sofana
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima
2026-02-272026-02-275115616410.59030/jpmbd.v5i1.132